Gubernur Riau Abdul Wahid Dibawa ke KPK Usai Terjaring OTT, Diduga Terkait Dugaan Suap Proyek Daerah

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Gubernur Riau, Abdul Wahid, ke Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025), usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Riau pada Senin malam.

Abdul Wahid tiba di kantor KPK sekitar pukul 09.35 WIB, didampingi dua orang lain yang juga diamankan dalam operasi tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, Abdul Wahid tampak mengenakan kaus putih dan masker, sambil membawa tas jinjing hitam.

Kronologi OTT Gubernur Riau

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa total ada sembilan orang yang dibawa ke Jakarta hari ini, dibagi dalam dua kloter penerbangan, yakni pagi dan siang.

“Hari ini ada sembilan orang yang dibawa ke Jakarta. Mereka terdiri dari pihak-pihak yang diamankan serta sejumlah barang bukti berupa uang tunai,” ujar Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Sebelumnya, KPK telah mengamankan sepuluh orang dalam operasi tangkap tangan di Riau pada Senin (3/11/2025) malam. Operasi ini dilakukan setelah penyidik mendapatkan informasi terkait dugaan transaksi suap yang melibatkan pejabat daerah.

Baca Juga :  Masuk Usia 30 Tahun? Jangan Abaikan Latihan Otot untuk Cegah Risiko Penyakit dan Kematian Dini

“Benar, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini ada sekitar sepuluh orang yang diamankan, termasuk pejabat daerah,” ungkap Budi.

KPK Masih Dalami Barang Bukti dan Peran Pihak yang Diamankan

Dalam OTT tersebut, tim KPK juga menyita sejumlah uang yang diduga terkait dengan dugaan praktik korupsi. Barang bukti itu kini tengah dihitung dan diverifikasi untuk memastikan kaitannya dengan perkara yang sedang diselidiki.

“Tim masih bekerja di apangan dan proses pemeriksaan awal terus berjalan. Nanti kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut secara resmi,” kata Budi menegaskan.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid.

Diduga Terkait Proyek Infrastruktur Daerah

Meski KPK belum memberikan keterangan detail, sumber internal menyebut operasi ini diduga berkaitan dengan pengadaan proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Dugaan adanya aliran dana dari rekanan proyek kepada pejabat daerah tengah didalami lebih lanjut.

Baca Juga :  Sidang Kasus PJU Kerinci Memanas, Saksi dan Mantan Ketua DPRD Saling Bantah

Jika terbukti, Abdul Wahid akan menjadi kepala daerah kedua di Riau yang tersandung kasus korupsi dalam lima tahun terakhir, setelah Bupati Kuantan Singingi sebelumnya ditetapkan tersangka pada 2023.

KPK Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Melalui pernyataannya, KPK menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi di tingkat daerah.

“Kami terus berkomitmen menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Setiap informasi yang kami terima akan ditindaklanjuti dengan proses hukum yang transparan dan akuntabel,” ujar Juru Bicara KPK. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Lima Terduga Pencuri Kabel Telkom Ditangkap Polres Kerinci, Satu Pelaku Masih Diburu
Penegakan Hukum Kapolres Kerinci Dipertanyakan, Tersangka Penganiayaan dan Penyerangan Belum Ditahan
Akhirnya!! Polres Kerinci Tetapkan Satu Tersangka Berkas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Menunggu Ketegasan Polres Kerinci, Kasus Viral di Kerinci Belum Ada Penetapan Tersangka
Polda Jambi Ungkap Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi, Kerugian Capai Rp144,82 Miliar
Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa dan Kuasa hukumnya Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka
Pembina Yayasan Nurul Qur’an Kerinci Putuskan Pemberhentian Aderman, Pirmanuddin dan Nopantri
Hutang – Piutang Berujung Penganiayaan di Kerinci, Korban Merupakan keluarga Konten Kreator dikerinci.
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB