Jakarta, PorosJambiMedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah hukum dalam pengembangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan menyita sejumlah uang tunai yang diduga terkait perkara tersebut.
“Dari hasil penggeledahan di rumah dinas Bupati, penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah uang tunai yang kini dijadikan barang bukti,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Selasa (11/11/2025)
Menurut Budi, uang tersebut akan menjadi bagian dari proses pembuktian perkara operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya dilakukan KPK di Ponorogo.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya penelusuran aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi di lingkungan pemerintah daerah tersebut.
Empat Pejabat Ditangkap, Termasuk Bupati Ponorogo
Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 9 November 2025.
Mereka adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG), Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Malhatma (YUM), Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono (AGP), serta Sucipto (SC) selaku pihak swasta rekanan proyek RSUD.
Lembaga antirasuah itu menjelaskan, kasus ini terbagi dalam tiga klaster dugaan tindak pidana korupsi, yakni:
1. Suap pengurusan jabatan, dengan penerima suap Sugiri Sancoko dan Agus Pramono, serta pemberi suap Yunus Mahatma.
2. Suap proyek RSUD Dr. Harjono, di mana Sugiri Sancoko dan Yunus Mahatma disebut menerima suap dari Sucipto.
3. Gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo, dengan Sugiri Sancoko sebagai penerima dan Yunus Mahatma sebagai pemberi.
KPK menegaskan akan terus menelusuri aliran uang dari para tersangka, termasuk potensi keterlibatan pihak lain di lingkungan Pemkab Ponorogo.
“Seluruh barang bukti yang diamankan, termasuk uang tunai, akan dikembangkan untuk memperkuat pembuktian di persidangan,” tegas Budi.
Penggeledahan dan penyitaan dilakukan sesuai prosedur hukum dengan menghadirkan aparat pengamanan serta saksi dari lingkungan sekitar rumah dinas bupati. (Hst)
Sumber Berita : Liputan6.com















