Amukan Suami Manipulatif di Situbondo: Istri Hamil Jadi Korban, Lima Warga Ikut Terluka

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Porosjambimedia.com Aksi kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada rangkaian tindakan kriminal menggegerkan warga Situbondo. Seorang suami tega menganiaya istrinya yang tengah mengandung dua bulan, lalu mengamuk dan melukai sejumlah warga dalam pelariannya.

Pelaku diketahui berinisial TA (25), warga Desa Besuki, Situbondo. Korban utama adalah istrinya sendiri, SA (23), yang mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Situbondo.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari pertengkaran rumah tangga yang dipicu persoalan ekonomi.

“Dugaan sementara, pelaku mengalami tekanan ekonomi yang memicu pertengkaran. Emosi pelaku tidak terkendali hingga berujung pada penganiayaan,” ujar Agung, Senin (2/2/2026).

Saat cekcok terjadi di dalam rumah, pelaku mengambil pisau dapur dan menyerang istrinya, terutama di bagian wajah dan tubuh. Kondisi korban cukup serius sehingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Baca Juga :  Pengedar Sabu dan Ekstasi di Bangka Dibekuk BNN, Hampir Setengah Kilogram Barang Bukti Disita

Usai kejadian tersebut, pelaku sempat berusaha mengelabui warga dengan mengarang cerita seolah istrinya menjadi korban konflik dengan pihak lain. Namun hasil penyelidikan polisi memastikan kekerasan tersebut murni terjadi dalam lingkup rumah tangga.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku justru melarikan diri dan kembali melakukan tindakan brutal.

“Dalam pelariannya, pelaku kembali menganiaya warga. Total ada lima korban penganiayaan,” ungkap AKP Agung.

Korban di antaranya pemilik toko kelontong dan seorang pemuda di lokasi rental playstation, yang diserang tanpa sebab jelas.

Bahkan, pelaku diduga merampas sepeda motor milik seorang warga bernama Syafrudin di sebuah warung kopi.

Pelaku kemudian mendatangi rumah beberapa kerabat sebelum akhirnya tiba di rumah orang tuanya. Di lokasi tersebut, pelaku kembali memanipulasi cerita dengan mengaku tengah berselisih dengan orang lain.

Ayah pelaku, Syam (59), yang percaya dengan cerita tersebut, ikut mendampingi pelaku mendatangi pihak yang disebutkan. Aksi tersebut justru berujung pada pengrusakan fasilitas dan memicu kemarahan warga sekitar.

Baca Juga :  Tampang Dua Pria Pembunuh Teman Lama di TPU Bekasi,

Warga yang geram akhirnya mengepung lokasi. Pelaku dan ayahnya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

“Seluruh korban saat ini dirawat di RSUD Besuki dan RSUD dr. Abdoer Raheem Situbondo,” tambah Agung.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dapur, parang, celurit, serta satu unit sepeda motor yang diduga hasil perampasan.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk menetapkan pasal berlapis terhadap pelaku, mengingat perbuatannya tidak hanya melibatkan KDRT, tetapi juga penganiayaan, perusakan, dan dugaan pencurian.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga yang dapat berkembang menjadi tindak kriminal luas dan membahayakan banyak pihak. (Dla)

Berita Terkait

Lima Terduga Pencuri Kabel Telkom Ditangkap Polres Kerinci, Satu Pelaku Masih Diburu
Penegakan Hukum Kapolres Kerinci Dipertanyakan, Tersangka Penganiayaan dan Penyerangan Belum Ditahan
Akhirnya!! Polres Kerinci Tetapkan Satu Tersangka Berkas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Menunggu Ketegasan Polres Kerinci, Kasus Viral di Kerinci Belum Ada Penetapan Tersangka
Polda Jambi Ungkap Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi, Kerugian Capai Rp144,82 Miliar
Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa dan Kuasa hukumnya Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka
Pembina Yayasan Nurul Qur’an Kerinci Putuskan Pemberhentian Aderman, Pirmanuddin dan Nopantri
Hutang – Piutang Berujung Penganiayaan di Kerinci, Korban Merupakan keluarga Konten Kreator dikerinci.
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB