Makassar, Porosjambimedia.com – Kebahagiaan tak terbendung terlihat di keluarga kecil Bilqis setelah berhari-hari diliputi kecemasan. Bocah berusia empat tahun itu akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Provinsi Jambi, ratusan kilometer dari rumahnya di Makassar.
Momen pertama ketika keluarga melihat wajah Bilqis melalui video call dipenuhi tangis haru. Meskipun tampak bingung, kondisi fisiknya terlihat sehat.
“Alhamdulillah, dia baik-baik saja,” tutur Dwi Nurmas, ayah Bilqis, Minggu (9/11/2025), usai melakukan panggilan video dengan putrinya.
Dwi memilih belum memberikan keterangan panjang, menyerahkan informasi lengkap kepada kepolisian. “Nanti polisi yang jelaskan,” ujarnya singkat.
Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penculikan tersebut. Ketiganya terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki yang kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa Bilqis telah dievakuasi dan berada dalam perlindungan aparat. Ia berjanji akan memaparkan seluruh kronologi secara lengkap pada Senin (10/11/2025).
“Besok akan kami rilis detailnya, termasuk jumlah pelaku dan pola pergerakannya,” kata Arya.
Kasus hilangnya Bilqis bermula pada Minggu pagi, 2 November 2025. Saat itu, ia mendampingi ayahnya berolahraga di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani. Dwi tengah bermain tenis, sementara Bilqis bermain di playground yang berjarak sekitar puluhan meter.
Beberapa kali Dwi mengecek keberadaan putrinya, namun panggilan terakhirnya tak terjawab. Kepanikan pun terjadi. Dwi berlari menyisir seluruh area taman, namun Bilqis tak terlihat di mana pun. Laporan kehilangan kemudian dibuat di Polsek Panakkukang.
Harapan baru muncul ketika polisi mendapatkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan terlihat membawa Bilqis bersama dua anak lainnya.
Temuan ini menjadi titik awal pengungkapan jaringan perdagangan anak yang diduga telah membawa Bilqis keluar dari Makassar.
Penyelidikan kemudian mengarah pada dugaan bahwa bocah malang tersebut sempat diperjualbelikan oleh sindikat.
Salah satu pelaku mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta melalui media sosial Facebook. Dari hasil pelacakan jejak digital, polisi mendapati bahwa Bilqis telah dibawa menyeberang ke provinsi lain hingga akhirnya ditemukan di Jambi.
Kabar penemuan Bilqis langsung menyebar di media sosial, di mana sebelumnya foto dan informasi pencarian gadis kecil itu banyak dibagikan oleh warganet. Publik ikut merayakan kembalinya Bilqis ke tangan keluarganya.
Meski kasus ini berakhir bahagia, polisi mengingatkan bahwa kewaspadaan perlu terus dijaga. “Ini menjadi alarm bagi seluruh orang tua. Jangan pernah lengah, bahkan saat berada di tempat ramai,” ujar Kapolrestabes Makassar. (Hst)
Sumber Berita : sulsel.suara.com















