JAKARTA, Porosjambimedia.com – Kehadiran Freelander 8 di pasar otomotif China langsung mendapat sambutan besar. SUV terbaru yang dikembangkan di bawah kolaborasi Chery Jaguar Land Rover (Chery-JLR) tersebut mencatat 5.000 pesanan pasti hanya dalam waktu 12 jam setelah resmi diperkenalkan.
Tingginya angka pemesanan itu diumumkan melalui akun media sosial resmi Freelander. Konsumen yang telah menentukan konfigurasi kendaraan diwajibkan membayar uang booking sebesar 5.000 yuan, atau sekitar Rp13 jutaan. Berbeda dengan uang tanda jadi biasa, pembayaran tersebut bersifat tidak dapat dikembalikan.
Antusiasme konsumen semakin terdorong oleh sejumlah program promosi yang ditawarkan Freelander. Untuk pemesanan dalam periode yang telah ditentukan, konsumen mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari bonus tukar tambah hingga peningkatan fitur kendaraan.
Paket promosi tersebut mencakup bonus tukar tambah 15.000 yuan, subsidi pajak pembelian 10.000 yuan, peningkatan fitur senilai 90.000 yuan, peningkatan fitur opsional 10.000 yuan, subsidi paket sistem bantuan berkendara Huawei ADS 5 sebesar 21.000 yuan, serta paket pengiriman premium senilai 30.000 yuan.
Harga Tembus Rp1 Miliar
Freelander 8 dipasarkan dalam enam pilihan varian. Harga awalnya berada di angka 309.900 yuan, setara sekitar Rp814 jutaan, sedangkan varian tertinggi dibanderol 399.900 yuan atau sekitar Rp1,05 miliar.
Freelander sendiri dikembangkan sebagai merek independen di bawah perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover. Meski berada dalam ekosistem Chery-JLR, kendaraan ini tidak menggunakan emblem Land Rover pada bagian eksteriornya.
Freelander 8 juga telah memasuki tahap produksi. SUV tersebut mulai keluar dari lini produksi pada 30 Juli 2026 di fasilitas Chery-JLR yang berada di Changshu, Jiangsu, China.
Tenaga Gabungan Capai 818 Daya Kuda
Dari sisi performa, Freelander 8 mengandalkan teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) 800V. Sistem tersebut memadukan mesin bensin 1.5T empat silinder sebagai range extender dengan dua motor listrik.
Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 610 kW atau sekitar 818 hp, dengan torsi mencapai 813 Nm.
Motor listrik pada bagian belakang menggunakan sistem transmisi dua percepatan dengan output 250 kW. Sementara itu, sumber energi listriknya berasal dari baterai CATL Freevoy berkapasitas 60,3 kWh.
Dalam pengujian menggunakan standar CLTC, Freelander 8 diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 kilometer dalam mode listrik. Pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen juga diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit, dengan kemampuan pengisian hingga 6C.
SUV Besar dengan Teknologi Canggih
Freelander 8 memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.898 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm.
Jika dilengkapi perangkat kait derek elektrik, panjang keseluruhan kendaraan dapat mencapai 5.185 mm.
Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara, Freelander 8 turut menawarkan teknologi bantuan pengemudi Huawei Qiankun ADS 5 sebagai fitur standar.
Meski demikian, klaim mengenai kemampuan sistem bantuan pengemudi tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan pengujian independen dan penggunaan di kondisi jalan sebenarnya. Informasi mengenai konfigurasi sensor serta performa sistem di dunia nyata juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Dengan perpaduan desain SUV besar, teknologi EREV, performa tinggi, kemampuan pengisian cepat, serta berbagai fitur pintar, tingginya angka pemesanan Freelander 8 dalam waktu singkat menunjukkan besarnya perhatian konsumen China terhadap model terbaru tersebut. (Hst)















