Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk sebagian kawasan Jakarta. Kondisi tersebut mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pihak terkait melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak abu vulkanik.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, dan direncanakan berlangsung hingga malam hari.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi udara tetap lebih kondusif, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang terdampak sebaran abu vulkanik.

“Untuk supaya kondisinya lebih kondusif, terutama di DKI Jakarta, hari ini juga kita laksanakan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Pesawat Modifikasi Cuaca Disiagakan

BNPB telah menyiapkan pesawat untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Pesawat tersebut ditempatkan di kawasan Pondok Cabe dan akan digunakan selama operasi berlangsung.

Suharyanto menjelaskan, pelaksanaan operasi tidak hanya mengandalkan satu metode. Kondisi pertumbuhan awan akan menjadi salah satu faktor penentu strategi yang digunakan di lapangan.

Jika terdapat pertumbuhan awan yang memungkinkan, petugas akan berupaya memicu hujan. Air hujan diharapkan dapat membantu membawa partikel abu vulkanik turun dari atmosfer sehingga mengurangi konsentrasi abu yang berada di udara.

Baca Juga :  Merokok Saat Berkendara Dinilai Berbahaya, Warga Ajukan Gugatan ke MK agar SIM Bisa Dicabut

Namun, kondisi musim kemarau dapat menjadi kendala apabila pertumbuhan awan hujan tidak mencukupi.

Water Mist Jadi Alternatif Jika Awan Hujan Minim

Apabila kondisi atmosfer tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemaian awan, pemerintah menyiapkan metode water mist sebagai alternatif.

Metode tersebut akan digunakan di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Lampung untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kualitas udara.

“Apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dan BMKG sepakat menggunakan metode water mist untuk mengurai partikel abu yang berbahaya,” jelas Suharyanto.

Pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi dampak sebaran abu, terutama di wilayah yang aktivitas masyarakatnya cukup padat.

BMKG Deteksi Dua Klaster Sebaran Abu

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9.

Data pengamatan hingga pukul 04.00 WIB pada Minggu (6/9/2026) menunjukkan terdapat dua klaster utama pergerakan abu vulkanik.

Baca Juga :  KPK Ungkap Dugaan Korupsi Berjenjang di Kasus Kuota Haji Kemenag

Klaster pertama bergerak menuju arah timur laut hingga selatan dan terpantau mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya.

Pada klaster ini, sebaran abu terpantau mulai dari dekat permukaan hingga ketinggian sekitar 20 ribu kaki.

Sementara klaster lainnya terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan ketinggian sebaran yang mencapai sekitar 50 ribu kaki.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Banten dan Lampung, Bengkulu, kawasan Selat Sunda bagian selatan, hingga perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Pemerintah dan lembaga terkait terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi atmosfer untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait serta mengambil langkah perlindungan apabila kondisi udara terganggu akibat abu vulkanik. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Karhutla Kalimantan Makin Jadi Perhatian, 12.880 Personel Dikerahkan dan Sumur Bor Ditambah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB