Jakarta, Porosjambimedia.com – Aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api Indonesia mengalami peningkatan signifikan setelah Gunung Semeru ditetapkan pada Level IV (Awas).
Menyusul kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status beberapa gunung lain sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi erupsi.
Dua Gunung Resmi Berstatus Siaga
1. Gunung Lewotobi Laki-laki (NTT) Naik ke Level III
Pada Sabtu (22/11/2025), status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur resmi berubah menjadi Level III (Siaga). Pengamatan pagi hingga siang hari menunjukkan adanya asap kawah putih setinggi 100–200 meter serta peningkatan aktivitas kegempaan, mulai dari embusan, tremor non-harmonik, hingga gempa tektonik.
Rekomendasi utama PVMBG:
- Warga dan wisatawan diminta menjauhi radius 6 km dari pusat erupsi.
- Waspada potensi lahar saat hujan.
- Gunakan masker bila terjadi hujan abu.
- Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat diperketat.
2. Gunung Merapi (DIY-Jateng) Juga Berstatus Siaga
Gunung Merapi turut dinaikkan ke Level III setelah data kegempaan menunjukkan tingginya aktivitas guguran dan gempa hybrid. Meski secara visual tidak menunjukkan asap signifikan, suplai magma dilaporkan masih berlangsung.
Potensi bahaya mencakup:
- Guguran lava dan awan panas ke sektor barat daya dan tenggara.
- Lontaran material vulkanik hingga radius 3 km dari puncak.
Warga dilarang memasuki zona bahaya dan diminta waspada lahar serta debu vulkanik.
Satu Gunung Lain Naik ke Level Waspada
Gunung Sangeang (NTB) Meningkat ke Level II
Gunung Sangeang di Kabupaten Bima juga menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Asap dari titik tembusan baru terpantau keluar dari kawah, menunjukkan pergerakan magma yang mencari jalur baru.
Data 1–22 November memperlihatkan peningkatan tajam pada gempa hembusan, vulkanik dangkal, hingga gempa tornillo.
Zona terlarang:
- Radius 3 km dari kawah utama
- Sektor timur–tenggara hingga 6,5 km menuju garis pantai
Meski tremor sempat menurun pada pengamatan sore hari, status tetap Level II (Waspada).
Bagaimana dengan Gunung Anak Krakatau?
Di tengah peningkatan status gunung lain, PVMBG memastikan bahwa Gunung Anak Krakatau masih stabil.Statusnya tetap berada pada Level II (Waspada) tanpa tanda-tanda eskalasi aktivitas.
Akses Informasi Resmi
Masyarakat diminta memantau informasi hanya melalui kanal resmi Badan Geologi:
- Website Badan Geologi: geologi.esdm.go.id
- Platform MAGMA Indonesia
- Aplikasi MAGMA (Google Play)
- Media sosial resmi Badan Geologi (Hst)
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















