Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi hingga Akhir 2026, Ini Alasan di Baliknya

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Porosjambimedia.com– Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak mentah dunia tengah mengalami lonjakan signifikan.

Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang turut mendorong harga minyak dunia mendekati level US$100 per barel.

Keputusan tersebut telah melalui pembahasan bersama Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, termasuk perhitungan mendalam terkait.

ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa berbagai simulasi telah dilakukan untuk mengukur dampak kenaikan harga BBM terhadap ekonomi nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa dampak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat dinilai lebih besar dibandingkan tekanan terhadap APBN.

“Kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada inflasi, terutama pada sektor transportasi dan logistik yang kemudian merembet ke berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Perjalanan Panjang Futsal Indonesia: 24 Tahun Menanti, Garuda Jadi Runner-up Asia 2026

Menurutnya, APBN 2026 sebenarnya telah dirancang untuk menghadapi skenario kenaikan harga minyak hingga US$100 per barel, meskipun asumsi awal berada di kisaran US$70 per barel. Oleh karena itu, pemerintah memilih mempertahankan harga BBM subsidi dan mengoptimalkan pengelolaan defisit anggaran.

Pemerintah menegaskan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman sesuai ketentuan undang-undang, yakni tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Diperkirakan, defisit hanya akan meningkat tipis menjadi sekitar 2,88 hingga 2,9 persen dari PDB.

Selain itu, kenaikan harga komoditas global seperti batu bara, nikel, tembaga, aluminium, dan emas dinilai memberikan keuntungan tambahan (windfall profit) bagi penerimaan negara. Kondisi ini menjadi salah satu bantalan fiskal untuk menutup beban subsidi energi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran negara masih cukup untuk menopang kebijakan subsidi BBM hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Mobil Nasional Siap Mengaspal 2027, Pemerintah Targetkan Harga Ramah Kantong di Bawah Rp300 Juta

Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga memiliki cadangan fiskal berupa Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang dapat digunakan jika terjadi tekanan ekonomi lebih besar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kapasitas fiskal kita masih memadai. Semua kebijakan sudah melalui perhitungan matang,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga menerapkan strategi percepatan belanja negara agar pertumbuhan ekonomi lebih merata sepanjang tahun, meskipun hal tersebut berdampak pada peningkatan defisit di awal periode.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi sekaligus melindungi daya beli masyarakat tanpa mengorbankan kesehatan fiskal negara. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB