Kemlu RI Koordinasi dengan Gabon untuk Selamatkan ABK WNI yang Diculik Bajak Laut

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon untuk menyelamatkan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal di perairan Gabon.

Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat. “Segera setelah menerima laporan, Kemlu melalui KBRI Yaounde melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan ABK yang diculik,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Selasa.

KBRI Yaounde juga memastikan pemantauan kondisi kesehatan para WNI yang terdampak, khususnya yang berhasil lolos dari penculikan. Dalam insiden ini, 9 dari 12 awak kapal diculik, sementara 3 lainnya—termasuk 2 WNI—selamat dan bertahan di atas kapal hingga dikawal otoritas Gabon menuju Libreville, ibu kota Gabon. Heni menegaskan bahwa WNI yang selamat dalam kondisi aman. Sementara itu, Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pengejaran terhadap para pelaku.

Baca Juga :  Proyek PSEL Jambi Digenjot, Investasi Triliunan Rupiah Siap Ubah Sampah Jadi Energi

“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau situasi serta memastikan hak ketenagakerjaan ABK WNI dan keluarga tetap terpenuhi,” tambah Heni.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, mengonfirmasi bahwa dalam insiden tersebut terdapat 4 WNI dan 5 WN China yang menjadi korban penculikan. Meyong menyebut bahwa kapal IB FISH 7, berbendera Gabon, diserang bajak laut sekitar 7 mil laut tenggara Equata, perairan Gabon. Situasi saat ini dilaporkan terkendali, dan seluruh langkah untuk memastikan keamanan maritim telah diambil. (Sfw)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB