Kasus Dugaan Bullying di SMPN Tangsel Berujung Meninggalnya Siswa, Polisi Telah Periksa 6 Saksi

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, Porosjambimedia.com – Penyelidikan terhadap dugaan perundungan yang menimpa MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, terus bergulir setelah remaja tersebut menghembuskan napas terakhir pada Minggu (16/11/2025) pagi di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kepolisian menyatakan telah memeriksa enam saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian yang dialami korban.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sahril, menjelaskan bahwa saksi yang dimintai keterangan meliputi beberapa guru yang mengetahui kondisi MH serta informasi terkait peristiwa yang diduga terjadi pada Oktober lalu. “Enam saksi sudah dimintai keterangan klarifikasi, termasuk pihak sekolah,” ujarnya, Minggu.

Sejak laporan dugaan perundungan muncul, penyidik Sat Reskrim Polres Tangsel segera mengambil langkah pemeriksaan.

Korban sebelumnya telah beberapa kali ditemui oleh penyidik dengan pendampingan dari keluarga, KPAI, Dinas Pendidikan, dan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan. Polisi juga telah membuat laporan informasi resmi sebagai landasan penyelidikan.

Pihak Polres Tangerang Selatan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya MH dan menegaskan bahwa proses penanganan perkara dilakukan secara objektif. MH meninggal setelah menjalani perawatan intensif akibat luka parah di bagian kepala yang diduga dipicu tindakan perundungan di sekolah.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Festival Literasi Kota Sungai Penuh Tahun 2025

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turut membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut bahwa MH ternyata mengidap tumor, yang baru diketahui setelah pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Kondisi medisnya memang cukup berat. Kejadian kemarin membuat situasinya semakin memburuk,” ujar Benyamin.

Ia mengatakan bahwa laporan terkait dugaan perundungan sudah ditangani pihak kepolisian dan pemerintah daerah menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada aparat. Selain mencari penyebab medis yang memperburuk kondisi korban, Benyamin menekankan pentingnya penguatan pencegahan kekerasan di lingkungan pelajar.

Pemerintah Kota Tangsel sebelumnya telah membentuk Satgas Anti-Bullying di seluruh sekolah, dan kini berencana memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Menurut Benyamin, kasus kekerasan pada pelajar sering terjadi di luar jam sekolah, namun tetap tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun.

Baca Juga :  Pj Bupati Asraf Hadiri Rakor Sinergi dan Penguatan Pemberantasan Korupsi

MH diduga mengalami kekerasan pada 20 Oktober 2025 ketika kepalanya dipukul dengan kursi besi oleh teman sekelasnya. Ia sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit swasta di Tangerang Selatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya masuk ICU dan harus menggunakan alat bantu napas sejak 11 November, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kabar kepergian MH pertama kali disampaikan LBH Korban yang mendampingi keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Deden Deni, juga telah mengonfirmasi informasi tersebut. Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan, termasuk pendalaman terhadap enam saksi yang telah diperiksa. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Lima Terduga Pencuri Kabel Telkom Ditangkap Polres Kerinci, Satu Pelaku Masih Diburu
Penegakan Hukum Kapolres Kerinci Dipertanyakan, Tersangka Penganiayaan dan Penyerangan Belum Ditahan
Akhirnya!! Polres Kerinci Tetapkan Satu Tersangka Berkas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Menunggu Ketegasan Polres Kerinci, Kasus Viral di Kerinci Belum Ada Penetapan Tersangka
Polda Jambi Ungkap Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi, Kerugian Capai Rp144,82 Miliar
Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa dan Kuasa hukumnya Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka
Pembina Yayasan Nurul Qur’an Kerinci Putuskan Pemberhentian Aderman, Pirmanuddin dan Nopantri
Hutang – Piutang Berujung Penganiayaan di Kerinci, Korban Merupakan keluarga Konten Kreator dikerinci.
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB