Tragedi Bullying di SMPN 19 Tangsel: Kronologi Lengkap Hingga Korban Meninggal Dunia

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, Porosjambimedia.com — Dunia pendidikan kembali diguncang kasus tragis. Seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13) meninggal dunia setelah mengalami perundungan berkepanjangan sejak awal masuk sekolah.

Kasus ini memicu perhatian publik dan mendorong berbagai pihak menuntut penegakan hukum serta perbaikan sistem pengawasan di sekolah.

MH diketahui mulai mengalami perundungan sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bentuk kekerasan yang diterima bukan hanya verbal, tetapi juga fisik hingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun drastis.

Berikut rangkaian fakta lengkap kasus ini:

1. Korban Dipukul Menggunakan Kursi

Keluarga mengungkapkan bahwa MH sudah berulang kali mengalami tindakan bullying. Namun insiden terberat terjadi pada 20 Oktober 2025, ketika MH dipukul di bagian kepala menggunakan kursi oleh teman sekelasnya.

Akibatnya, MH mengalami penurunan kondisi yang signifikan hingga tidak mampu beraktivitas. Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Tangsel, lalu dirujuk ke RS Fatmawati karena kondisinya terus memburuk.

2. Pemerintah Kota Lakukan Mediasi

Menindaklanjuti laporan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tangsel turun tangan dan memediasi keluarga korban dengan pihak terduga pelaku. Pihak Pemkot turut mengunjungi rumah korban untuk memastikan kondisi MH saat itu.

Baca Juga :  Akhirnya 4 Tersangka Pengerusakan TPS di Pilkada Sungai Penuh Menyerahkan diri

3. KPAI Desak Proses Hukum

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut mendampingi keluarga MH dan meminta agar kasus ini diproses secara hukum. Menurut KPAI, unsur kekerasan fisik dalam perundungan ini jelas memenuhi syarat untuk ditindak secara pidana, meski pelaku masih di bawah umur. Proses hukum dapat dilakukan sesuai aturan Sistem Peradilan Pidana Anak.

KPAI juga menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah dan sekolah dalam mendeteksi serta menangani potensi perundungan.

4. Korban Meninggal Setelah Sepekan Dirawat

Setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu minggu, MH dinyatakan meninggal dunia. Kapolres Tangsel melalui Kasi Humas AKP Agil menyampaikan belasungkawa dan memastikan perkara ditangani dengan serius serta profesional.

5. Polisi Periksa Enam Saksi

Polres Tangsel telah memeriksa setidaknya enam saksi, yang terdiri dari guru dan siswa. Penyidik kini mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab kematian MH secara menyeluruh.

Baca Juga :  1 orang pelaku Curanmor yang meresahkan dikerinci akhirnya berhasil Diringkus Polres kerinci.

6. Pemkot Tanggung Pendidikan Kakak Korban

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan duka mendalam dan memastikan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.

Pemkot juga berkomitmen menanggung biaya pendidikan kakak MH serta mendampingi keluarga selama masa pemulihan dan proses hukum berjalan.

7. Dimakamkan dengan Suasana Haru

MH dimakamkan pada Minggu pagi di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong. Wakil Wali Kota menghadiri prosesi pemakaman dan menyampaikan belasungkawa secara langsung, seraya menyampaikan bahwa tragedi ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

Tragedi ini menegaskan kembali urgensi penanganan serius kasus perundungan di sekolah. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu memperketat pengawasan serta memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman. (Hst)

Sumber Berita : detik.Com

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB