Jakarta, Porosjambimedia.com– Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda dikerumuni sejumlah warga di Garut ramai diperbincangkan di media sosial. Pemuda tersebut diduga mengalami tekanan dan intimidasi dari keluarga kepala desa setelah kerap mengkritik kondisi jalan desa yang rusak.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak pemuda tersebut hanya terdiam sambil menundukkan kepala ketika beberapa orang melontarkan kata-kata bernada tinggi. Ia berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya, namun ucapannya terus dipotong oleh pihak lain yang terlihat emosional.
Pemuda itu diketahui bernama Holis Muhlisin (31), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Holis membenarkan bahwa dirinya adalah orang dalam video tersebut. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung pada 27 Oktober 2025, namun baru dipublikasikan ke media sosial pada akhir Desember 2025.
Menurut Holis, peristiwa tersebut bermula dari kritik yang ia sampaikan terkait pembangunan desa, khususnya kondisi jalan yang dinilainya rusak parah dan menghambat aktivitas warga. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut disampaikan bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan desanya.
“Saya hanya ingin kondisi desa lebih baik, bukan untuk terkenal,” ujar Holis.
Kasus ini turut mendapat perhatian dari Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Ia menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan pendapat.
Putri menyatakan telah menugaskan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap pemerintahan desa terkait serta menelusuri kronologi kejadian dari berbagai pihak.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kritik dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi. Ia mengingatkan seluruh pejabat publik agar bersikap terbuka dan tidak bersikap represif terhadap warga yang menyuarakan persoalan pembangunan.
Menurut Dedi, laporan mengenai jalan rusak, drainase bermasalah, hingga kondisi masyarakat kurang mampu adalah bentuk kepedulian publik yang patut ditindaklanjuti, bukan dibalas dengan ancaman atau tekanan. (Dla)















