Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.comGaruda Indonesia mengalami insiden penerbangan tidak biasa, satu pesawatnya harus berputar-putar di wilayah udara India selama lebih dari empat jam. Akibatnya, penerbangan rute Jeddah-Medan yang normalnya ditempuh sekitar delapan jam molor menjadi lebih dari 12 jam.

Dikutip dari CNN Indonesia, Senin (11/5/2026), peristiwa itu terjadi pada 8 Mei 2026 dalam penerbangan GA4208 dengan pesawat Airbus A330-900neo registrasi PK-GHI. Pesawat melayani rute dari Jeddah, Arab Saudi menuju Medan, Sumatera Utara.

Penerbangan tersebut seharusnya hanya memakan waktu sekitar delapan jam. Namun pada hari itu, total durasi perjalanan membengkak menjadi 12 jam 39 menit.

Pada awal penerbangan, semuanya berjalan normal. Pesawat menempuh sekitar lima jam pertama melintasi Arab Saudi, Oman, hingga Laut Arab tanpa kendala berarti. Situasi mulai berubah ketika pesawat memasuki wilayah udara selatan India.

Di titik itu, GA4208 mulai menjalani holding pattern atau pola penahanan di udara. Dalam dunia penerbangan, prosedur itu sebenarnya cukup umum dilakukan, biasanya karena kepadatan lalu lintas udara atau antrean pendaratan. Namun yang membuat kasus Garuda ini menjadi sorotan adalah lamanya durasi penahanan tersebut.

Baca Juga :  Waspada Gagal Ginjal, Pola Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu Utama

Pesawat dilaporkan terus berputar di area yang sama selama sekitar 4 jam 30 menit. Artinya, pesawat itu menghabiskan waktu hampir lima jam hanya untuk menunggu izin melanjutkan perjalanan.

Setelah mendapatkan clearance, pesawat masih membutuhkan waktu sekitar 2 jam 50 menit lagi sebelum mendarat di Medan.

Belakangan diketahui, penyebab utama situasi itu berkaitan dengan penutupan sebagian besar wilayah udara di sekitar Teluk Benggala. Pemerintah India menutup area tersebut untuk kepentingan uji coba rudal balistik Agni-6.

Penutupan wilayah udara untuk aktivitas militer sebenarnya bukan hal baru dalam industri penerbangan. Namun luasnya area yang ditutup kali ini disebut sangat besar, sehingga membatasi opsi pengalihan rute bagi maskapai yang melintas.

Insiden itu kemudian memunculkan banyak pertanyaan di kalangan pengamat aviasi.

Salah satu yang paling disorot adalah soal bahan bakar. Di tengah harga avtur global yang sedang tinggi sepanjang 2026, membawa cadangan bahan bakar ekstra untuk tambahan hampir lima jam terbang tentu bukan keputusan murah.

Muncul spekulasi apakah kru penerbangan sudah mengantisipasi kemungkinan hambatan itu sejak awal atau justru melakukan tankering, yakni membawa bahan bakar lebih banyak dari bandara keberangkatan demi menghindari biaya pengisian di tempat lain.

Baca Juga :  Wako Alfin Ziarah Ke Makam Pahlawan 

Selain itu, sejumlah analis juga mempertanyakan keputusan operasional maskapai. Jika informasi soal potensi penutupan wilayah udara sudah diketahui sebelumnya, mengapa penerbangan tidak ditunda sejak awal agar lebih efisien?

Ada dugaan, tim operasional berharap pesawat masih sempat melewati area tersebut sebelum penutupan dimulai. Namun skenario terburuk justru terjadi, yakni pesawat terjebak menunggu di udara selama berjam-jam.

Karena luasnya zona yang ditutup, opsi reroute atau pengalihan jalur penerbangan juga disebut tidak memungkinkan dilakukan secara efektif. Akibatnya, holding pattern menjadi satu-satunya pilihan hingga wilayah udara kembali dibuka. (Hst)

Berita Terkait

Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Baru Diluncurkan, Freelander 8 Raup 5.000 Pesanan Hanya dalam 12 Jam
4 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Bekas agar Tak Berakhir Jadi Sampah
Presiden Club UNJA Resmi Terbentuk, Himpun Presiden Mahasiswa Lintas Generasi untuk Mengabdi bagi Almamater dan Bangsa
Sah! Reval Kurniawan Nahkodai MMA Jambi. Era Baru Dimulai :  MMA Jambi Siap Guncang Oktagon Nasional !
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Stand Up Comedy Polda Jambi Sukses Hibur Masyarakat
Dukung Pemasyarakatan yang Lebih Baik- Staf Menteri IMIPAS Resmikan Gerai Puskopasindo Kanwil Ditjenpas Jambi
Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB