Jet Tempur F-35 Inggris Hancurkan Drone Iran di Langit Yordania, Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Jet tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak atau drone buatan Iran di wilayah udara Yordania. Insiden ini menandai semakin meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut juga menjadi momen penting bagi militer Inggris, karena untuk pertama kalinya pesawat tempur F-35 RAF berhasil menghancurkan target dalam operasi tempur nyata. Kementerian Pertahanan Inggris bahkan merilis rekaman video yang memperlihatkan detik-detik drone tersebut dihancurkan di udara.

Selain operasi di Yordania, pasukan darat yang dilengkapi sistem pertahanan anti-drone juga berhasil melumpuhkan sejumlah UAV lain di wilayah Irak yang diduga mengancam pasukan koalisi. Di sisi lain, sebuah jet tempur Typhoon milik Inggris juga menghancurkan drone kamikaze yang mengarah ke Qatar menggunakan rudal udara ke udara.

Meski berhasil menggagalkan serangan, penggunaan jet tempur dan rudal canggih dinilai jauh lebih mahal dibandingkan harga drone Iran yang relatif murah. Rudal yang digunakan untuk menghancurkan drone tersebut diperkirakan memiliki nilai berkali-kali lipat dari harga UAV yang menjadi target.

Baca Juga :  AS Lancarkan Serangan Udara Ke Korps Pengawal Revolusi Islam Iran

Menanggapi ancaman yang terus meningkat, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengumumkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan telah mengerahkan kapal perusak Tipe 45, HMS Dragon, untuk memperkuat pertahanan di kawasan Timur Tengah. Kapal perang tersebut akan membantu melindungi pangkalan RAF Akrotiri di Siprus serta meningkatkan keamanan di wilayah Teluk.

HMS Dragon yang bermarkas di Portsmouth dikenal memiliki kemampuan pertahanan udara canggih, termasuk kemampuan mencegat rudal balistik dan rudal jelajah. Kapal itu dijadwalkan segera berlayar dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari untuk mencapai wilayah operasi.

Selain kapal perang, Inggris juga mengirim dua helikopter Wildcat yang dipersenjatai rudal khusus untuk menghadapi ancaman drone.

Detik-detik Penembakan Drone

Dalam operasi tersebut, seorang pilot F-35 RAF terbang selama sekitar empat jam bersama dua jet tempur Typhoon sebelum akhirnya radar pesawat mendeteksi dua drone Shahed di langit Yordania. Setelah memastikan identitas target, pilot F-35 tersebut meluncurkan dua rudal ASRAAM yang langsung menghancurkan kedua drone tersebut.

Baca Juga :  Uji Publik KIP 2025: Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Jambi pada Transparansi dan Pemerintahan Terbuka

Keberhasilan ini menjadikannya sebagai pilot F-35 pertama dari RAF yang berhasil menjatuhkan target musuh dalam pertempuran.

Pilot tersebut mengungkapkan bahwa misi itu memiliki tingkat risiko tinggi karena wilayah udara saat itu dipenuhi berbagai pesawat militer milik Amerika Serikat dan Israel.

“Ada banyak aset militer dari Amerika dan Israel yang beroperasi di area tersebut. Prioritas utama saya adalah memastikan identitas target dengan benar sebelum menembak,” ujarnya.

Menurut pejabat militer, drone tersebut diduga diluncurkan oleh kelompok Hizbullah yang didukung Iran dari wilayah Lebanon. Drone itu diyakini mengarah ke hanggar yang digunakan untuk menyimpan pesawat pengintai milik Amerika Serikat.

UAV tersebut sempat lolos dari sistem pertahanan pangkalan karena ukurannya kecil dan kecepatannya relatif rendah, sehingga lebih sulit terdeteksi oleh sistem radar konvensional. (Sfw)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB