Porosjambimedia.com – Benjamin Netanyahu memerintahkan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan seluruh lembaga keamanan di Israel untuk meningkatkan kesiapsiagaan ke tingkat tertinggi guna menghadapi kemungkinan konflik militer dengan Iran.
Laporan media Israel Yedioth Ahronoth yang dikutip Anadolu Agency, Kamis (19/2/2026), menyebutkan bahwa Netanyahu telah memberikan instruksi langsung kepada berbagai badan keamanan dan layanan darurat agar bersiap menghadapi potensi perang. Status siaga maksimum kini diberlakukan di sejumlah unit pertahanan dan penyelamatan.
Sementara itu, stasiun televisi nasional KAN melaporkan bahwa rapat kabinet keamanan Israel yang semula dijadwalkan Kamis telah ditunda hingga Minggu (21/2). Penundaan tersebut tidak disertai penjelasan resmi, namun diyakini berkaitan dengan perkembangan situasi regional yang semakin tegang.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, Israel menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump cenderung mempertimbangkan opsi serangan militer besar terhadap Iran dalam waktu dekat. Penilaian tersebut didasarkan pada sikap Teheran yang dianggap menolak tuntutan Washington dalam proses negosiasi.
Pemerintah AS disebut meyakini Iran berupaya memperlambat proses diplomasi, sehingga meningkatkan kemungkinan tindakan militer. Israel juga memperkirakan Iran dapat meluncurkan rudal jarak jauh yang menargetkan kota Tel Aviv, bahkan jika Israel tidak secara langsung terlibat dalam operasi militer Amerika.
Dalam beberapa pertemuan keamanan terbatas yang dipimpin Netanyahu, para pejabat Israel menilai situasi semakin mendesak dan berpotensi berubah cepat dalam hitungan hari. Indikasi meningkatnya risiko konflik juga diperkuat oleh pernyataan mantan kepala intelijen militer Israel, Amos Yadlin, yang menyebut kemungkinan serangan kini lebih dekat dibandingkan sebelumnya.
Media Israel lainnya, Israel Hayom, melaporkan bahwa jika Amerika Serikat melancarkan serangan besar, Iran kemungkinan besar akan melakukan serangan balasan dengan rudal jarak jauh.
Selain itu, laporan CNN Arabic menyebut Israel telah meningkatkan kesiapan militernya dan memperkuat sistem pertahanan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan operasi militer terkoordinasi dengan Amerika Serikat.
Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi konflik regional yang lebih luas jika situasi tidak segera mereda. (Dta)















