POROSJAMBIMEDIA.COM – Dikaji dari sejarah asal usulnya banyak sekali
perbedaan kapan kerajaan lnderapura berdiri dan siapa raja pertamanya, karena tahun yang pasti tidak ada
catatan atau sumber primer tertulisnya. Dari hasil pengolahan data ditemukan dua versi yang berbeda mengenai kapan berdirinya kerajaan lnderapura dan arti
nama lnderapura itu sendiri.
Versi pertama mengatakan kerajaan lnderapura berasal dari Kesultanan lnderapuri yang terjadi pada abad ke-9 SM yang sudah bercorak Islam, meskipun belum mematuhi ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh).
Versi kedua, lnderapura berasal dari kata lndera yang berarti dewa dan pura yang berarti tempat, jadi lnderapura
berarti tempat tinggalnya para dewa dari kayangan.
Versi ketiga, Pada tahun 980 SM Kerajaan lnderapura bertempat di
Muara Gadang, Pasar Ganting banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Aceh, Portugis, lnggris dan
lain-lain. Mengenai nama kerajaan lnderapura sebagian sumber mengatakan berasal dari kerajaan Airpura.
Asal mulanya ditandai dengan peristiwa mandinya para putri • kerajaan ke Sungai Muara Gadang dengan membawa pura, akan tetapi pura (tempat air sejenis kendi) yang
dibawa putri kerajaan tadi terjatuh disungai itu dan pecah berantakan, Dengan demikian Airpura artinya tempat air (pura) yang terjatuh kedalam air (sungai), hingga akhirnya nama tersebut dijadikan nama sebuah kerajaan
yaitu kerajaan Airpura.
Versi keempat, Kerajaan inilah yang merupakan cikal bakal dari kerajaan lnderapura. Menurut versi dari
kerajaan Minangkabau lnderapura adalah serambi kerajaan Minangkabau. Kerajaan lnderapura waktu itu
sudah terkemuka, karena serambi itu artinya terkemuka atau terkenal.
Versi kedua menyebutkan bahwa Kerajaan Airpura mulai dibangun dalam abad ke-12. Sebagai raja pertamanya seorang pendatang bernama Sri Sultan Zatullah lbnu Sri Sultan Zulkarnaini, kakak kandung dari Sri Sultan Hidayatullah, raja Rum Timur.
Versi kelima, Mula pertama
kerajaan Airpura terdiri dari 3 kampung, yaitu :
1. Teluk Airpura
2. Muaro Campa
3. Air Puding.
Versi keenam, Nama kerajaan Airpura diberikan oleh raja pertama Sri
Sultan Zatullah, karena berdasarkan pusaka kerajaan Airpura berupa batu-batu mustika yang didapat dari
dalam puro (kantong)dalam air yang jemih. Kerajaan Air Pura terletak di tepi sungai, mempunyai tanah yang datar
dan subur, airnya jernih dan ikannya banyak dan mempunyai panorama yang indah.
Versi ketujuh, Semasa Pemerintahan Sri Sultan Zatullah datang ke Airpura tiga orang anak adik beliau, Sri Sultan
Hidayatullah
Versi kedelapan, raja Rum Timur yang bernama :
1. Maharaja Alif (menjadi raja dan memerintah di benua Rum)
2. Maharaja Depang ke benua Cina (menjadi raja dan membangun kerajaan serta memerintah di sana)
3. Sri Maharaja Diraja.
Versi kesembilan, Sri Maharaja Diraja memiliki 2 orang anak yaitu Suridiradjo dan putri Inda Djuito
Versi kesepuluh, artinya cantik jelita
(cucu lskandar Zulkarnain). Putri Inda Djuito inilah yang akhirnya kawin dengan lnderajati
Versi kesebelas, dan membangun
Kerajaan lnderapura untuk masa berikutnya. lnderajati bukan nama aslinya, karena nama aslinya sudah tidak diketahui lagi, mengenai asal-usul lnderajati ini terdapat
keterangan yang berbeda-beda. Di dalam Tambo Tinggi kerajaan lnderapura, lnderajati adalah satu-satunya orang terkemuka di lnderapura saat itu dan diibaratkan
sebagai seorang khalifah yang menjadi imam memimpin sanak kemenakan rakyat, oleh karena itu orang
menyebutnya bapak rakyat.
Versi keduabelas, Perkawinan Puteri Inda Djuito dengan lnderajati
adalah perkawinan ke-2.
Versi ketigabelas, Perkenalan Inda Djuito dengan lnderajati terjadi disaat Inda Djuito bersama ayahnya dan anak dari perkawinan pertama (Datuk
Katemenggunan) datang menjadi tamu pembesar negara di lnderapura waktu itu. Perkawinan ke-2 ini mendapatkan keturunan 6 orang yaitu :
1. Datuk Perpatih Pinang Nan Sebatang (kemudian disebut Datuk Prepatih Nan Sebatang/ Buyung Sutan Balun)
2. Sultan lskandar Djahan Bardaulat Syah
3. Putri Lela Suli
4. Putri Lela Djati
5. Putri Ambun Suri Berketurunan di Malaysia (Kerajaan Malaka)
Sumber: Repositori Kemendikbud















