Jakarta, Porosjambimedia.com– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi dampak positif terhadap industri otomotif nasional. Program tersebut disebut ikut mendorong peningkatan penjualan kendaraan, baik roda dua maupun mobil komersial, sepanjang 2025.
Menurut Dadan, efek tersebut muncul dari meningkatnya kebutuhan armada operasional serta bertambahnya daya beli pegawai di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengungkapkan sekitar 60 persen pegawai SPPG tercatat membeli sepeda motor, yang turut berkontribusi pada total penjualan kendaraan roda dua nasional.
Berdasarkan data perusahaan otomotif, penjualan sepeda motor di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 4,9 juta unit. Angka tersebut diklaim mendapat dorongan dari aktivitas ekonomi yang tercipta melalui program MBG.
Selain sepeda motor, distribusi makanan dari dapur umum ke sekolah-sekolah juga meningkatkan kebutuhan mobil niaga atau kendaraan komersial sebagai armada pengangkut.
Secara terpisah, Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI DSO), Tri Mulyono, mengakui adanya pengaruh program MBG terhadap penjualan mobil. Namun, ia menjelaskan bahwa pembelian kendaraan dilakukan atas nama pribadi, bukan institusi, sehingga perusahaan tidak dapat merinci jumlah unit yang secara langsung digunakan untuk mendukung program tersebut.
Pernyataan serupa disampaikan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani. Ia membenarkan adanya dampak terhadap penjualan, meski besarannya belum dapat diidentifikasi secara spesifik oleh pihak perusahaan. (Khy)















