Jakarta, porosjambimedia.com– Pemerintah Irak mengumumkan penangkapan 17 orang terkait dengan pelecehan terhadap seorang wanita yang terekam dalam sebuah video viral yang beredar luas. Insiden itu terjadi selama perayaan malam Tahun Baru di Basra, kota selatan Irak, yang memicu kecaman dari berbagai pihak.
Dilaporkan oleh AFP pada Minggu (4/1/2025), video yang menunjukkan sejumlah pria melecehkan wanita tersebut mulai beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, wanita yang berteriak terlihat didorong oleh beberapa pria, sebelum kemudian mereka mengangkatnya dan mencoba memaksa wanita itu ke dalam mobil. Kejadian tersebut mendapat sorotan tajam, mengingat Irak adalah negara konservatif dengan sistem patriarkal yang kuat.
Pihak berwenang Irak mengonfirmasi bahwa kejadian itu terjadi di Basra, yang dikenal sebagai salah satu kota besar di wilayah selatan negara tersebut. Gubernur Basra, Asaad al-Eidani, menyatakan bahwa 17 orang telah ditangkap terkait dengan insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir perilaku yang melanggar norma-norma kesopanan publik atau mengancam keamanan masyarakat.
Organisasi Kebebasan Perempuan di Irak (OWFI) menyatakan keprihatinannya terkait peningkatan kasus pelecehan terhadap perempuan di ruang publik, khususnya dalam acara-acara besar. Menurut mereka, insiden ini adalah manifestasi dari masalah mendalam dalam struktur sosial dan politik Irak, yang dipengaruhi oleh budaya impunitas dan sistem tradisional yang telah lama ada.
Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari satu juta perempuan dan anak perempuan di Irak berisiko menjadi korban kekerasan berbasis gender, sebuah fenomena yang telah menjadi perhatian internasional. (Dla)















