Jakarta, Porosjambimedia.com – Komika Pandji Pragiwaksono baru saja merampungkan proses klarifikasi di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penistaan agama dalam pertunjukan stand-up comedy berjudul Mens Rea. Usai menjalani pemeriksaan selama beberapa jam, Pandji mendapat kabar tak terduga mengenai dukungan yang datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pandji mengaku belum mengetahui adanya pernyataan Gibran yang membela materi komedinya. Mendengar hal tersebut dari awak media, ia langsung menyampaikan apresiasi dan menilai sikap Gibran sebagai contoh kedewasaan dalam menyikapi karya seni, khususnya komedi.
Menurut Pandji, pernyataan Wakil Presiden menunjukkan pemahaman yang baik tentang cara menangkap pesan sebuah lelucon tanpa harus memaknainya secara berlebihan. Ia menilai, humor seharusnya diproses dengan nalar yang tenang dan tidak langsung diposisikan sebagai persoalan hukum.
Pandji juga menyebut dukungan tersebut sebagai sinyal positif bagi dunia kreatif. Ia berharap masyarakat, termasuk pihak pelapor, dapat melihat pertunjukan komedi sebagai ruang berekspresi dan refleksi sosial, bukan sebagai sarana menyerang pihak tertentu.
Lebih lanjut, Pandji menegaskan bahwa sejak awal ia selalu membuka ruang dialog apabila terjadi perbedaan penafsiran atas materi yang dibawakannya. Ia menekankan bahwa Mens Rea tidak dibuat untuk menimbulkan kebencian, melainkan sebagai hiburan yang mengajak penonton berpikir kritis terhadap realitas sosial.
Pandji menyatakan akan tetap mengikuti proses hukum yang berjalan sambil berharap adanya komunikasi yang sehat dan terbuka untuk menyelesaikan polemik yang muncul. (Tin)















