Solo, Porosjambimedia.com – Perhitungan waktu dalam Islam tidak lepas dari kalender Hijriah yang berbasis peredaran Bulan. Berbeda dengan kalender Masehi yang berlandaskan Matahari, kalender Hijriah menjadi pedoman utama umat Islam dalam menjalankan berbagai ibadah penting, mulai dari puasa sunnah, penentuan Ramadhan, hingga hari raya.
Meski kalender Masehi lebih sering digunakan dalam aktivitas harian masyarakat Indonesia, keberadaan kalender Hijriah tetap krusial. Karena itu, mengetahui konversi tanggal Hijriah setiap hari menjadi kebutuhan penting bagi umat Islam.
Lalu, tanggal Hijriah apakah Kamis, 5 Februari 2026? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan ketetapan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Tanggal Hijriah 5 Februari 2026
Versi Pemerintah
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, bulan Syaban 1447 H dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan ketentuan pergantian hari Hijriah sejak matahari terbenam, maka:
➡ Kamis, 5 Februari 2026 = 17 Syaban 1447 H
Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Lembaga Falakiyah NU menetapkan awal Syaban 1447 H berdasarkan rukyatul hilal yang jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026. Penetapan ini juga tercantum dalam almanak resmi NU.
➡ Hasilnya sama: 5 Februari 2026 = 17 Syaban 1447 H
Versi Muhammadiyah
Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan Syaban 1447 H dimulai pada 20 Januari 2026 dan berlangsung selama 29 hari.
➡ Artinya, Kamis 5 Februari 2026 juga bertepatan dengan 17 Syaban 1447 H
📌 Dengan demikian, tidak ada perbedaan penanggalan Hijriah pada tanggal ini di antara ketiga lembaga tersebut.
5 Cara Islami Menciptakan Rumah yang Nyaman dan Menenangkan
Dalam Islam, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk menghadirkan ketenangan, ibadah, dan keberkahan. Berikut beberapa amalan sederhana namun bermakna untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman secara spiritual:
1. Membiasakan Membaca Surat Al-Baqarah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa rumah yang dibacakan Surat Al-Baqarah akan dijauhkan dari gangguan setan. Membacanya secara rutin menjadi benteng spiritual bagi keluarga.
2. Tidak Memelihara Anjing Tanpa Kebutuhan Syariat
Islam membatasi pemeliharaan anjing kecuali untuk keperluan tertentu seperti berburu atau menjaga. Kehadirannya tanpa alasan syar’i diyakini menghalangi malaikat memasuki rumah.
3. Menghindari Pajangan Patung
Patung makhluk bernyawa, meskipun tidak disembah, dianjurkan untuk tidak dipajang di dalam rumah karena bertentangan dengan tuntunan Nabi SAW.
4. Tidak Memajang Gambar Makhluk Bernyawa
Gambar atau lukisan makhluk bernyawa yang dipajang untuk hiasan rumah sebaiknya dihindari. Alternatifnya, gunakan motif alam, kaligrafi, atau ornamen geometris.
5. Menjaga Kebersihan dan Keharuman Rumah
Islam sangat menekankan kebersihan. Rumah yang bersih dan harum tidak hanya menenangkan penghuni, tetapi juga disukai para malaikat.
Kesimpulan
Kamis, 5 Februari 2026 bertepatan dengan 17 Syaban 1447 H menurut pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Selain memperhatikan kalender Hijriah, umat Islam juga dianjurkan menjaga rumah agar menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebersihan, dan keberkahan. (Ai)















