Jakarta, Porosjambimedia.com– Penentuan awal Ramadan selalu menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Setiap tahun, keputusan 1 Ramadan bisa saja berbeda karena metode yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi Islam tidak selalu sama.
Di Indonesia, terdapat tiga rujukan utama dalam menentukan awal puasa, yakni pemerintah melalui Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Ketiganya memiliki pendekatan berbeda dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Versi Pemerintah
Pemerintah menetapkan awal Ramadan melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Penetapan dilakukan dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung).
Kriteria yang digunakan merujuk pada standar MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Berdasarkan data astronomi pada 17 Februari 2026, posisi hilal di Indonesia masih berada di bawah kriteria visibilitas MABIMS. Jika hasil rukyat menyatakan hilal tidak terlihat, maka 1 Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Namun, apabila hilal dinyatakan terlihat dalam Sidang Isbat, maka puasa dapat dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.
Versi NU
Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan berdasarkan rukyatul hilal yang dilakukan pada 29 Syakban. Pemantauan dilakukan oleh Lembaga Falakiyah di berbagai titik di Indonesia.
Jika hilal tidak berhasil diamati, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.
Sebaliknya, jika hilal terlihat, maka warga NU akan mulai berpuasa pada 18 Februari 2026 dan melaksanakan salat Tarawih pada malam sebelumnya.
Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan.
Melalui maklumat resmi yang telah diterbitkan sebelumnya, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai puasa lebih dulu apabila pemerintah menetapkan 19 Februari sebagai awal Ramadan.
Jadi, Kapan Mulai Puasa?
Awal Ramadan 2026 berpotensi dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung hasil Sidang Isbat pemerintah dan rukyatul hilal yang dilakukan masing-masing pihak.
Umat Islam di Indonesia diimbau menunggu pengumuman resmi dari otoritas terkait agar dapat memulai ibadah puasa secara serentak sesuai ketetapan yang berlaku. (Khy)















