China Tantang Dominasi AS, Tur Wisata Luar Angkasa Dijual Rp 7 Miliar per Kursi

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– China semakin serius masuk ke bisnis pariwisata antariksa. Perusahaan antariksa komersial asal Beijing, InterstellOr, mengumumkan rencana penerbangan wisata luar angkasa suborbital berawak pada 2028, dengan harga tiket sekitar 3 juta yuan atau setara Rp 7,2 miliar per orang.

Mengutip laporan Straits Times, Rabu (4/2/2026), penerbangan ini diperkirakan berlangsung selama 2,5 jam dan akan membawa penumpang hingga mencapai Garis Karman di ketinggian 100 kilometer dari permukaan bumi, batas yang secara internasional diakui sebagai awal wilayah luar angkasa.

InterstellOr mengklaim sudah menerima lebih dari 20 pendaftar, termasuk profesional teknik, eksekutif perusahaan robotika di Shanghai, hingga aktor ternama China, Huang Jingyu. Para calon wisatawan ini tertarik merasakan pengalaman melayang tanpa gravitasi dan menyaksikan lengkungan bumi secara langsung, tanpa harus menjalani pelatihan astronot profesional.

Perusahaan ini menjadi startup antariksa China kedua yang secara terbuka mengumumkan jadwal misi berawak berbayar, menyusul Jiangsu Deep Blue Aerospace yang sebelumnya menjual tiket roket suborbital untuk penerbangan tahun 2027. Pengumuman tersebut memicu lonjakan minat publik terhadap sektor antariksa komersial di China.

Baca Juga :  Pencarian Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Berlanjut, Tim SAR Temukan Puing-Puing di Laut

Namun, antusiasme ini juga diiringi keraguan. InterstellOr dinilai masih minim pengalaman karena baru berdiri pada Januari 2023. Sejumlah netizen China menyoroti keterbatasan paten teknologi serta latar belakang tim inti yang dinilai belum sepenuhnya berasal dari dunia kedirgantaraan.

Pengamat industri perjalanan dari AS, Craig Curran, menilai target waktu penerbangan tersebut tergolong ambisius. Menurutnya, pengembangan penerbangan antariksa berawak memerlukan proses panjang dan penuh tantangan teknis, sebagaimana dialami perusahaan-perusahaan AS seperti Blue Origin dan Virgin Galactic yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade hingga siap mengangkut manusia.

Sebagai perbandingan, SpaceX milik Elon Musk telah lebih dulu memimpin pasar pariwisata luar angkasa komersial, sementara Blue Origin besutan Jeff Bezos telah menerbangkan lebih dari 90 warga sipil ke luar angkasa sejak 2021. Meski demikian, harga tiket di AS masih sangat mahal, bahkan mencapai puluhan juta dolar AS untuk misi orbital.

InterstellOr optimistis China dapat memangkas biaya secara signifikan. CEO InterstellOr, Lei, menyebut perusahaan menargetkan pengembangan pesawat ruang angkasa berawak yang dapat digunakan kembali, sehingga harga tiket di masa depan bisa ditekan hingga 1 juta yuan, bahkan 300 ribu yuan.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT Pajak Jakarta Utara, Capai Rp4 Miliar

Pakar antariksa dari Singapura, Lim Seng, menilai China berpotensi unggul dalam hal efisiensi biaya. Ia menyebut China bisa menjadi pemain dominan di pasar pariwisata suborbital regional, meski pasar global tetap bersifat terbatas karena mahalnya biaya.

Sementara itu, peneliti senior CSIS Washington, Clayton Swope, memprediksi pariwisata luar angkasa akan tetap menjadi ceruk eksklusif bagi kalangan tertentu. Ia menilai kecil kemungkinan wisatawan AS dan China akan saling bersaing dalam satu pasar yang sama. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB