Tiket Piala Dunia 2026 Melonjak, Presiden FIFA Klaim 500 Juta Peminat

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut tingginya harga dipicu oleh besarnya minat masyarakat global.

Berdasarkan laporan Reuters, harga tiket yang mulai dijual sejak Desember 2025 dibanderol dari 140 dolar AS atau sekitar Rp2,4 juta. Sementara tiket final mencapai 8.680 dolar AS atau setara Rp150 juta.

Namun pada gelombang penjualan berikutnya di April 2026, harga tiket final melonjak hingga 10.990 dolar AS atau sekitar Rp190 juta, menjadikannya salah satu tiket termahal sepanjang sejarah Piala Dunia.

Sebagai perbandingan, tiket final Piala Dunia FIFA 2022 dijual sekitar 1.604 dolar AS, meningkat dari 1.100 dolar AS pada final Piala Dunia FIFA 2018. Kenaikan harga pada edisi 2026 pun dinilai jauh lebih tajam.

Baca Juga :  Indonesia Buka Peluang Jadi Tuan Rumah SEA Games, Fokus Utama Bukan Sekadar Prestise

Menanggapi hal ini, Infantino menegaskan bahwa tidak semua tiket berharga mahal. Menurutnya, masih tersedia kategori tiket dengan harga yang lebih terjangkau bagi penggemar.

“Memang ada tiket yang mahal, tapi banyak juga tiket dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga tidak terlepas dari tingginya permintaan. Bahkan, FIFA mencatat adanya sekitar 500 juta permintaan tiket untuk Piala Dunia 2026.

“Dalam dua edisi sebelumnya hanya sekitar 50 juta permintaan. Sekarang mencapai 500 juta,” klaimnya.

Baca Juga :  Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga Cibeber Cilegon, 320 Orang Terdampak

Infantino juga menambahkan bahwa pendapatan dari penjualan tiket akan digunakan untuk mendukung pengembangan sepak bola global melalui berbagai program FIFA, termasuk FIFA Forward yang telah berjalan sejak 2016.

Program tersebut bertujuan memberikan bantuan pendanaan kepada negara-negara anggota FIFA, termasuk Indonesia, guna meningkatkan kualitas dan infrastruktur sepak bola. (Hst)

Berita Terkait

Tiga Atlet Jambi perkuat tim Indonesia di Asian Games 2026
Real Madrid Unggul dalam Rekor Pertemuan, Inter Milan Siap Uji Kekuatan di Liga Champions
Jadwal Lengkap MotoGP San Marino 2026: Sprint Sabtu, Balapan Utama Minggu
Vietnam Tundukkan Thailand 2-0, Modal Kuat Menuju Leg Kedua Final Piala AFF 2026
Hull City Bikin Kejutan, Manchester United Tumbang 0-2 di Laga Pembuka Premier League
Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di GBK, Ini Harga Tiketnya
Timnas Indonesia Masuk Grup Berat Piala Asia 2027, Hadapi Jepang, Qatar dan Thailand
PSBS Biak Resmi Degradasi dari Super League 2025/2026 Usai Dibantai Persebaya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB