Bantul, Porosjambimedia.com – Misteri kematian Herlan Matrusdi (68), warga Cakung, Jakarta Timur, akhirnya mulai terkuak. Pria lanjut usia itu ditemukan tak bernyawa di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul, dan belakangan diketahui menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh dua rekan bisnisnya sendiri.
Polres Bantul telah menetapkan dua orang tersangka berinisial RM (42), warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, serta FM (61), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Keduanya diketahui memiliki hubungan bisnis dengan korban, meski jenis kerja sama tersebut masih dalam pendalaman penyidik.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan barang bukti.
“Kami telah menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan pembunuhan dan atau tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Rita, Jumat (30/1/2026).
Kedua tersangka kini telah ditahan di Polres Bantul guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif pembunuhan, termasuk kemungkinan konflik bisnis yang melatarbelakanginya.
Gelagat Tak Biasa Sebelum Kematian
Diketahui, Herlan Matrusdi merupakan mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta. Keluarga mengungkapkan bahwa korban sempat menunjukkan perilaku tidak wajar sebelum ditemukan meninggal dunia.
Putri ketiganya, Wiwin Puji Astuti (37), mengaku terakhir kali bertemu ayahnya pada Agustus 2025. Saat itu, Herlan hanya singgah sebentar di rumah untuk mengambil pakaian dan dokumen penting sebelum kembali pergi ke luar kota.
“Papa minta dipesankan Grab ke Terminal Pulo Gebang. Beliau tidak bilang mau ke mana atau dengan siapa. Itu pertemuan terakhir kami,” ungkap Wiwin.
Sejak saat itu, komunikasi dengan korban semakin sulit. Nomor telepon Herlan kerap berganti, bahkan sempat menggunakan ponsel milik seseorang bernama Feri. Permintaan keluarga untuk berbagi lokasi selalu ditolak, meski Herlan disebut berpindah-pindah dari Kediri hingga Malang.
Kecurigaan keluarga semakin kuat ketika beredar kabar di lingkungan tempat tinggal korban bahwa Herlan meninggal karena sakit ginjal dan terjatuh di kamar mandi. Namun saat dihubungi, Herlan sempat mengaku masih hidup dan menyatakan akan pulang.
Sehari kemudian, keluarga menerima foto kondisi Herlan yang menunjukkan adanya lebam di wajah dan pembengkakan di rahang. Bahkan sempat beredar informasi penggalangan dana dengan narasi korban meninggal akibat sakit.
Ditemukan Tewas dengan Banyak Luka
Herlan ditemukan meninggal dunia di kawasan Gumuk Pasir Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Marno (50) yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi.
Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek hitam, kaus dalam putih, serta kaus berkerah biru yang tersingkap. Posisi tubuh terlentang dengan tangan terlipat di dada dan kaki menekuk.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka serius, di antaranya:
- Lebam di kedua mata
- Luka robek di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 cm
- Luka di pangkal hidung
- Telinga kiri dan kanan sobek
- Rahang kiri membengkak
- Lebam di leher dan sekitar mulut
Polisi memperkirakan korban telah meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan.
Menunggu Hasil Autopsi
Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim forensik untuk memastikan penyebab kematian Herlan Matrusdi secara pasti. Keluarga telah berada di Yogyakarta guna mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh kepolisian, termasuk menelusuri motif pembunuhan dan peran masing-masing tersangka. (Dla)















