Davos, Porosjambimedia.com— Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada kelompok Hamas. Ia menegaskan Hamas akan menghadapi kehancuran cepat apabila menolak melucuti persenjataan sesuai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026) waktu setempat. Dalam sesi pembahasan situasi Timur Tengah, Trump menyinggung komitmen Hamas yang menurutnya telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Trump menyatakan kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi relatif stabil, meski masih terdapat konflik terbatas yang melibatkan Hamas. Ia mengklaim kelompok tersebut telah menyetujui pelucutan senjata, meskipun di sisi lain Hamas secara terbuka menyatakan tidak akan menyerahkan persenjataan mereka di Gaza.
Menurut Trump, proses pelucutan senjata bukan perkara mudah karena senjata telah menjadi bagian dari identitas kelompok tersebut. Namun demikian, ia memperkirakan keputusan akhir Hamas akan terlihat dalam hitungan hari atau pekan.
Trump memperingatkan, jika Hamas gagal memenuhi komitmen tersebut, konsekuensinya akan sangat berat. Ia menegaskan bahwa kehancuran Hamas akan terjadi dengan cepat apabila kelompok itu mengingkari kesepakatan.
Gencatan senjata Gaza mulai diberlakukan pada Oktober 2025 dengan fase awal berupa penghentian pertempuran, penarikan sebagian pasukan Israel, pertukaran sandera Israel dengan ratusan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.
Fase lanjutan gencatan senjata mencakup penarikan penuh pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan sementara Palestina berbasis teknokrat, serta pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sebelumnya mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata pada pertengahan Januari. Namun, situasi di lapangan masih memanas dengan laporan serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza, sementara kedua pihak saling menuding adanya pelanggaran perjanjian.
Trump juga menyinggung rencana pembentukan ISF dan mengklaim puluhan negara menyatakan minat untuk bergabung. Menurutnya, pasukan internasional tersebut akan berperan mengamankan Gaza dan menyingkirkan Hamas dari wilayah itu. (Dta)















