Gaza City, Porosjambimedia.com– Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara pada Rabu (7/1) waktu setempat, meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya dua warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, bom Israel menghantam sebuah rumah warga di Gaza City, kawasan padat penduduk yang menjadi pusat aktivitas sipil. Hingga kini, identitas korban jiwa belum diumumkan secara resmi.
Militer Israel menyatakan serangan itu dilakukan sebagai respons atas aksi tembakan yang dilakukan pejuang Hamas terhadap pasukan Israel di wilayah tersebut. Tel Aviv mengklaim sasaran utama adalah seorang tokoh senior Hamas yang diduga mengoordinasikan serangan terhadap tentaranya.
Namun, militer Israel tidak memberikan keterangan rinci mengenai dampak serangan maupun kemungkinan jatuhnya korban sipil. Sementara itu, Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut.
Di wilayah Rafah, Gaza selatan, kelompok bersenjata Palestina yang disebut mendapat dukungan Israel mengklaim telah menewaskan dua anggota Hamas. Peristiwa ini menambah dinamika konflik internal di Gaza dan memperumit situasi keamanan.
Meski gencatan senjata disepakati sejak Oktober 2025 setelah dua tahun perang berkepanjangan, bentrokan sporadis masih terus terjadi. Kedua pihak saling menuding telah melanggar kesepakatan damai.
Data otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 400 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, mayoritas merupakan warga sipil. Sementara di pihak Israel, tiga tentara dilaporkan meninggal dalam periode yang sama.
Upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan, sementara pasukan Israel masih menguasai sebagian besar wilayah Gaza. (Dta)















