Israel Diduga Langgar Gencatan Senjata 47 Kali, Puluhan Warga Palestina Tewas

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAZA, Porosjambimedia.com — Ketegangan kembali meningkat di Jalur Gaza meski perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih berlaku.

Pemerintah Gaza menuduh militer Israel telah melakukan 47 pelanggaran gencatan senjata sejak awal Oktober 2025, yang menyebabkan 38 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 140 orang terluka.

Dalam keterangan resminya, otoritas Gaza menyebut bahwa pelanggaran tersebut meliputi penembakan terhadap warga sipil, serangan udara terbatas, hingga penangkapan sewenang-wenang.

“Israel terus melakukan tindakan militer di berbagai wilayah Gaza meski status perang telah dihentikan,” demikian pernyataan resmi yang disiarkan kantor media pemerintah Gaza, Sabtu (18/10/2025).

Pihak Gaza meminta PBB dan negara-negara penjamin perjanjian untuk segera menekan Israel agar menghentikan kekerasan terhadap warga sipil serta memastikan proses kemanusiaan berjalan tanpa hambatan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perbatasan Rafah — jalur utama bantuan ke Gaza — tidak akan dibuka sampai Hamas menyerahkan seluruh jenazah sandera Israel yang masih ditahan.

“Perbatasan Rafah akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis pernyataan resmi kantor Netanyahu yang dikutip dari The Guardian.

Baca Juga :  Dubes RI Tegaskan WNI Keluar dari Jaringan Scam di Kamboja Tidak Disiksa

Israel menyebut Palang Merah telah menerima dua jenazah sandera pada Sabtu malam sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa kekerasan masih berlanjut.

Pada Jumat lalu, sebelas anggota satu keluarga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara di kawasan Zeitoun, Kota Gaza. Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebut keluarga tersebut tengah kembali ke rumah setelah evakuasi, ketika kendaraan yang mereka tumpangi ditembak karena dianggap melewati “garis kuning” — zona imajiner yang ditetapkan militer Israel.

“Tidak ada tanda fisik yang menunjukkan posisi garis itu, sehingga warga sipil tidak bisa membedakannya,” ujar juru bicara pertahanan sipil, Mahmoud Basal. Video yang dirilis otoritas lokal menunjukkan proses evakuasi jenazah, termasuk tujuh anak dan tiga perempuan.

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi adanya serangan terhadap kendaraan tersebut, dengan alasan kendaraan itu “mendekati pasukan secara mencurigakan.” Israel dan Hamas kini saling menuduh melanggar gencatan senjata yang baru berjalan delapan hari.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 68.000 warga Palestina telah meninggal dunia sejak perang dimulai, sementara sekitar 10.000 orang masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Baca Juga :  ­India Beralih ke Minyak Venezuela, Trump Isyaratkan Pelonggaran Tarif Impor

Badan Pertahanan Sipil Gaza memperkirakan terdapat 60 juta ton puing di seluruh wilayah Gaza, membuat proses pencarian korban hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan internasional.

Turki telah mengirim tim penyelamat dan ahli konstruksi untuk membantu evakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan Israel telah mengembalikan 15 jenazah warga Palestina pada Sabtu, menambah total menjadi 135 jenazah sejak gencatan dimulai. Sejumlah dokter di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, melaporkan bahwa banyak jenazah menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi, seperti tangan terikat, mata tertutup, dan luka tembak di kepala.

Sementara itu, kantor Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa salah satu jenazah yang dikembalikan Hamas diidentifikasi sebagai Eliyahu Margalit, salah satu warga Israel yang menjadi korban penyanderaan. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB