Jakarta, Porosjambimedia.com– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menuntaskan pembangunan tanggul pantai sebagai bagian dari program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Proyek ini dinilai krusial dalam melindungi Jakarta dari ancaman banjir rob dan kenaikan muka air laut.
Pramono menyampaikan bahwa penyelesaian tanggul pantai, khususnya di wilayah Jakarta Utara, menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengingatkan kembali pernyataan lama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang pernah menyoroti besarnya risiko jika tanggul tidak berfungsi optimal.
Menurut Pramono, Pemprov DKI saat ini fokus menyelesaikan segmen tanggul yang menjadi kewenangan daerah sambil menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pembangunan Giant Sea Wall. Awalnya, Jakarta mendapatkan alokasi pembangunan sepanjang 12 kilometer, namun kini rencana tersebut diperluas hingga mencapai 19 kilometer.
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI siap melaksanakan pembangunan sesuai porsi yang ditetapkan, baik 12 maupun 19 kilometer. Terkait pelaksanaan Giant Sea Wall, Pramono menyebut pemerintah daerah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat, dengan rencana peletakan batu pertama dijadwalkan pada September tahun ini.
Pramono juga menyampaikan bahwa progres pembangunan tanggul di sejumlah titik terus berjalan. Salah satu ruas di kawasan Ancol telah selesai dibangun dan saat ini memasuki tahap penataan serta peningkatan estetika kawasan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep pembangunan tanggul pantai tidak hanya berfungsi sebagai penghalang air laut, tetapi juga harus memberi manfaat sosial. Karena itu, kawasan tanggul akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, taman, dan fasilitas publik agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. (Khy)















