Jakarta, Porosjambimedia.com –Lembaga Survei Median merilis hasil pemantauan persepsi warganet terkait peta elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam survei berbasis media sosial tersebut, nama Prabowo Subianto menempati posisi teratas sebagai pilihan responden untuk calon presiden, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencuri perhatian dalam bursa calon wakil presiden.
Survei dilakukan pada 10–14 Februari 2026 terhadap 1.200 responden aktif media sosial berusia 17 tahun ke atas. Kuesioner disebarkan melalui Google Form ke seluruh provinsi, kemudian dilakukan verifikasi ulang melalui sambungan telepon untuk memastikan validitas jawaban.
Peta Elektabilitas Capres
Dalam pertanyaan simulasi “jika pemilu presiden digelar hari ini”, hasilnya menunjukkan:
Prabowo Subianto – 29%
Anies Baswedan – 20,6%
Dedi Mulyadi – 17,0%
Ganjar Pranowo – 5,2%
Agus Harimurti Yudhoyono – 4,2%
Purbaya Yudhi Sadewa – 4%
Gibran Rakabuming Raka – 2,6%
Mahfud Md – 1,2%
Pramono Anung – 1,0%
Basuki Tjahaja Purnama – 1,0%
Direktur Eksekutif Riset Median, Rico Marbun, menyebut posisi Prabowo tetap unggul meski di tengah isu global, termasuk dinamika hubungan internasional dengan Amerika Serikat.
Elektabilitas Cawapres: Purbaya Naik Daun
Dalam simulasi terpisah untuk calon wakil presiden, hasil survei menunjukkan:
Gibran Rakabuming Raka – 17,9%
Purbaya Yudhi Sadewa – 10,2%
Dedi Mulyadi – 8,4%
Agus Harimurti Yudhoyono – 8,0%
Basuki Tjahaja Purnama – 6,8%
Mahfud Md – 5,8%
Anies Baswedan – 5,2%
Sherly Tjoanda – 2,4%
Ganjar Pranowo – 2,2%
Sandiaga Uno – 1,4%
Nama Purbaya dinilai sebagai “kuda hitam” karena mencatatkan angka dua digit dalam survei cawapres, meskipun sebelumnya tidak banyak disebut dalam kontestasi politik nasional.
Tren Kenaikan Elektabilitas
Data perbandingan Januari–Februari 2026 menunjukkan kenaikan elektabilitas beberapa tokoh utama, termasuk Prabowo yang meningkat dari 27,8% menjadi 29%. Kenaikan ini mengindikasikan penguatan basis dukungan di media sosial.
Sementara itu, kemunculan sejumlah nama baru dalam daftar cawapres menunjukkan dinamika preferensi publik yang terus berkembang di ruang digital. (Dla)















