Lombok Timur, Porosjambimedia.com- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tengah mempersiapkan penambahan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi dan penanganan bencana alam, menyusul kejadian angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga di wilayah Sakra Timur.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menilai alokasi dana BTT tahun anggaran 2025 saat ini belum memadai untuk merespons kebutuhan kebencanaan. Oleh karena itu, ia meminta adanya penyesuaian anggaran agar pemerintah daerah lebih siap menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, penambahan anggaran tersebut tidak akan membebani keuangan daerah secara permanen karena dana yang tidak terpakai dapat dikembalikan ke kas daerah pada akhir tahun anggaran.
Selain rencana peningkatan BTT, Pemkab Lombok Timur telah merealisasikan dana penanganan awal sebesar Rp 98 juta untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak angin puting beliung. Anggaran tersebut digunakan berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang menunjukkan sebagian besar kerusakan bersifat ringan hingga sedang.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya percepatan perbaikan rumah agar warga dapat segera kembali menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman. Untuk kerusakan ringan, masyarakat juga diharapkan dapat melakukan perbaikan secara mandiri.
Sebelumnya, bencana angin puting beliung melanda Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, pada Minggu siang. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Berdasarkan data pemerintah desa, sebanyak 74 rumah terdampak, terdiri dari sembilan rumah rusak berat, belasan rumah rusak sedang, dan sisanya mengalami kerusakan ringan. Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga mengakibatkan lima warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat. (Khy)















