Puting Beliung Terjang Kemang Bogor, Sayap Pesawat Bekas Terbang dan Hantam Rumah Warga

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Porosjambimedia.com – Angin puting beliung menerjang Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (29/12/2025) sore.

Fenomena cuaca ekstrem ini memicu peristiwa tak biasa ketika potongan sayap pesawat bekas terangkat dari lokasi penampungan dan menghantam sejumlah rumah warga. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan berlangsung sangat singkat, namun berdampak cukup parah. Pusaran angin kuat membawa potongan pesawat dari area penyimpanan bangkai pesawat sejauh kurang lebih 300 meter, sebelum akhirnya jatuh menimpa permukiman warga.

Kepala Desa Pondok Udik, M. Sutisna, mengatakan bagian pesawat yang terhempas merupakan potongan sayap yang sebelumnya berada di lokasi penampungan pesawat bekas.

“Puting beliung mengangkat potongan sayap pesawat dari gudang pesawat bekas dan membawanya terbang hingga menimpa rumah warga. Kejadian berlangsung kurang dari dua menit, tapi dampaknya cukup besar,” ujar Sutisna.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 30 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari atap yang rusak parah hingga dinding yang roboh. Beberapa bangunan warung juga terdampak, sementara seng-seng atap terlihat tersangkut di pepohonan dan sejumlah pohon tumbang di sekitar lokasi.

Baca Juga :  5 Fakta Syafiq Ali, Pendaki Muda yang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah Hilang 17 Hari

Pantauan di lapangan menunjukkan potongan sayap pesawat tersangkut di atap rumah warga dengan posisi miring dan membentang di antara beberapa bangunan. Puing tersebut bahkan sempat melintasi jalan raya sebelum jatuh ke kawasan permukiman.

Meski kerusakan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat pusaran angin melintas.

Salah seorang warga terdampak, Yani (43), mengaku kaget ketika mendengar suara benturan keras dari atap rumahnya.

“Anginnya muter kencang banget di depan rumah. Saya langsung lari keluar karena takut. Tahu-tahu sayap pesawat sudah menimpa rumah, dengarnya cuma suara ‘bruk’,” tuturnya.

Pihak pengelola gudang pesawat bekas menyatakan bertanggung jawab penuh atas kerusakan rumah warga yang terdampak. Proses evakuasi puing pesawat telah dilakukan sejak malam kejadian dan dilanjutkan keesokan harinya.

“Seluruh biaya evakuasi dan perbaikan rumah warga akan ditanggung oleh pemilik gudang pesawat. Kami pastikan tidak ada warga yang dirugikan,” kata Sutisna.

Baca Juga :  Disdik DKI Tangani Dugaan Pelecehan terhadap Siswa SMP di Jaktim, Korban Anak Selebgram

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa puting beliung merupakan fenomena angin berputar kuat yang muncul dari awan cumulonimbus saat cuaca ekstrem.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan puting beliung terjadi akibat ketidakstabilan atmosfer, dipicu pertemuan udara panas lembap di permukaan dengan udara dingin di lapisan atas.

“Angin puting beliung bisa berkecepatan lebih dari 34,8 knot atau sekitar 64 kilometer per jam. Fenomena ini muncul mendadak, berdurasi singkat, namun daya rusaknya sangat besar,” jelas Guswanto.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan rapuh, serta selalu mengikuti peringatan dini cuaca. (Hst)

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB