Mentan Amran Beberkan Penyebab Masuknya 250 Ton Beras Impor ke Sabang

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya menjelaskan penyebab masuknya 250 ton beras impor ke wilayah Sabang yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, keberadaan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di Sabang menjadi celah yang memungkinkan komoditas tersebut masuk.

Amran menegaskan bahwa meskipun Sabang memiliki kebijakan khusus terkait perdagangan, semua aktivitas impor harus tetap mengikuti kebijakan nasional.

Ia mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Indonesia berada pada posisi swasembada dan tidak lagi membuka pintu impor beras.

“Sabang itu punya aturan kawasan perdagangan bebas, tetapi regulasi itu tetap tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pusat. Presiden sudah menegaskan bahwa kita swasembada, stok cukup, dan tidak ada impor beras,” ujar Amran usai rapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  Tiket Piala Dunia 2026 Melonjak, Presiden FIFA Klaim 500 Juta Peminat

Beras impor yang masuk tersebut kini berada di pergudangan milik PT Multazam Sabang Group. Amran menduga importasi dilakukan karena faktor keuntungan, mengingat harga beras internasional sedang turun drastis.

“Harga beras dunia sekarang jatuh, dari US$ 650 per ton menjadi US$ 340 per ton. Hampir turun setengahnya. Penurunan itu terjadi karena Indonesia tidak impor lagi, sehingga pasar luar negeri kelebihan stok,” jelasnya.

Baca Juga :  Walikota Alfin Hadiri Pergelaran Pentas Seni dan  Budaya Luhah Rio Temenggung sungai Penuh 

Mentan juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini aktif melobi pemerintah Indonesia untuk menerima kembali pasokan beras mereka. Bahkan upaya pendekatan turut dilakukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Negara-negara tetangga terus melakukan negosiasi. Kami juga menerima banyak lobi agar Indonesia kembali impor, termasuk yang disampaikan langsung kepada Presiden,” kata Amran menutup pernyataannya. (Hst)

Sumber Berita : detik.Com

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB