Jakarta, Porosjambimedia.com – Media sosial belakangan diramaikan keluhan warganet yang mengaku terserang penyakit mirip flu, namun dengan gejala yang lebih berat dan durasi lebih lama. Kondisi ini kemudian populer disebut sebagai “super flu”, karena tidak kunjung membaik meski sudah berlangsung berhari-hari.
Sejumlah pengguna platform X membagikan pengalaman mereka mengalami demam tinggi, sakit tenggorokan hebat, hingga batuk berkepanjangan yang terasa berbeda dari flu pada umumnya. Bahkan, sebagian mengaku butuh waktu hampir sepekan lebih untuk mulai pulih.
Fenomena ini mendapat perhatian setelah Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi adanya puluhan kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Varian ini masih termasuk flu musiman, namun memiliki karakteristik yang lebih agresif.
Spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan bahwa influenza A subclade K memiliki kecepatan replikasi virus yang lebih tinggi di saluran pernapasan. Hal tersebut membuat jumlah virus dalam tubuh meningkat lebih cepat dan memicu gejala yang lebih berat.
Selain itu, masa inkubasi yang lebih singkat menyebabkan gejala muncul lebih cepat dibandingkan flu biasa. Secara klinis, pasien dengan subclade K kerap mengalami kondisi yang lebih berat dibanding flu musiman maupun COVID-19 yang saat ini cenderung ringan.
“Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot berat, kelelahan ekstrem, batuk kering, sakit kepala, serta nyeri tenggorokan yang intens,” jelas dr Agus.
Tak hanya lebih berat, penularan virus ini juga tergolong cepat. Satu orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ke dua hingga tiga orang lainnya, terutama di ruang tertutup dan keramaian.
Untuk mencegah penyebaran dan memperkuat daya tahan tubuh, masyarakat diimbau tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan. Menjaga pola makan bergizi, cukup istirahat, rajin mencuci tangan, menggunakan masker di tempat ramai, serta melakukan vaksinasi influenza menjadi langkah penting.
Dokter juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh gejala flu yang terasa tidak biasa. Bila demam tinggi dan batuk tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. (Ai)















