Surabaya, Porosjambimedia.com – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah preventif dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit yang dikenal sebagai Super Flu. Kebijakan ini dikeluarkan menyusul munculnya virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang dinilai memiliki tingkat penularan tinggi.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025, tercatat puluhan kasus Super Flu yang tersebar di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Timur. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurut Lilik, jenis influenza ini memiliki karakteristik berbeda dibanding flu musiman. Penularannya berlangsung lebih cepat dan berpotensi menimbulkan kondisi klinis yang lebih berat, sehingga deteksi dan pencegahan sejak dini sangat diperlukan.
Super Flu umumnya ditandai dengan munculnya demam tinggi secara tiba-tiba, rasa nyeri pada otot dan sendi, tubuh terasa sangat lemas, serta sakit kepala intens. Gejala pernapasan seperti batuk kering berkepanjangan dan nyeri tenggorokan juga sering menyertai kondisi tersebut.
Virus dapat menyebar melalui percikan cairan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan langsung maupun tidak langsung, seperti menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi virus.
Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta meningkatkan disiplin dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), baik di lingkungan rumah, tempat kerja, maupun ruang publik.
Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi penggunaan masker di area padat aktivitas, menerapkan etika batuk dan bersin, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, mencukupi waktu istirahat, serta mengonsumsi suplemen sesuai anjuran.
Bagi warga yang mulai merasakan gejala mirip influenza, Pemkot menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan menghindari pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis.
Pemkot juga meminta seluruh kepala OPD, camat, dan lurah untuk aktif menyosialisasikan edaran ini di wilayah masing-masing. Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).
Dengan sinergi dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, Pemkot Surabaya optimistis upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan kesehatan warga Kota Surabaya tetap terjaga dari ancaman Super Flu. (Ai)















