Benarkah kehujanan bisa menyebabkan sakit? Dokter anak dari IDAI menjelaskan fakta medis di balik hujan, imunitas, dan risiko penyakit.

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Saat musim hujan tiba, jumlah orang yang mengalami keluhan kesehatan seperti demam, flu, batuk, dan pilek biasanya meningkat. Tak jarang, kehujanan langsung dituding sebagai penyebab utama seseorang jatuh sakit, terutama pada anak-anak.

Anggapan bahwa air hujan bisa langsung membuat tubuh sakit sudah lama melekat di masyarakat. Namun, benarkah hujan adalah biang keladi dari berbagai penyakit tersebut?

Hujan Bukan Penyebab Langsung Penyakit

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), meluruskan anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa air hujan sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan seseorang sakit.

Menurutnya, yang berperan besar adalah perubahan suhu dan kondisi lingkungan yang terjadi saat hujan.

“Air hujan tidak menyebabkan penyakit. Namun, kondisi dingin akibat kehujanan dapat memengaruhi daya tahan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi,” ujarnya dalam temu media virtual.

Baca Juga :  Mulut Tak Sedap Saat Puasa? Kenali Penyebabnya dan Cara Efektif Mengatasinya

Lingkungan Lembap Memicu Penyebaran Kuman 

Saat hujan turun, kelembapan udara biasanya meningkat hingga 70–90 persen. Ditambah dengan genangan air dan perubahan suhu yang cukup ekstrem, kondisi ini menjadi lingkungan ideal bagi virus, bakteri, dan parasit untuk berkembang.

Situasi tersebut kerap terjadi saat hujan deras berkepanjangan, terutama di daerah rawan banjir. Dalam kondisi ini, risiko penyakit infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan, bisa meningkat karena sistem imun tubuh sedang melemah.

“Bukan hujannya yang membuat sakit, tetapi kombinasi lingkungan lembap, imunitas menurun, dan paparan kuman yang lebih tinggi,” jelas dr. Anggraini.

Faktor Polusi Juga Perlu Diwaspadai

Di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan Bandung, air hujan juga berpotensi membawa partikel polutan dari udara. Zat kimia tersebut berasal dari asap kendaraan, industri, dan aktivitas manusia lainnya.

Baca Juga :  Rahasia Turunkan Berat Badan dengan Air Kelapa: 6 Cara Aman dan Efektif yang Wajib Dicoba

“Air hujan di daerah dengan tingkat polusi tinggi tentu berbeda risikonya dibandingkan wilayah dengan udara yang masih bersih,” tambahnya.

Selain itu, waktu hujan—apakah pagi, siang, atau malam—juga dapat memengaruhi kadar polutan yang terbawa air hujan.

Kesimpulan

Kehujanan bukanlah penyebab langsung seseorang jatuh sakit. Namun, perubahan suhu, kelembapan tinggi, kondisi lingkungan, serta paparan polusi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun. Oleh karena itu, menjaga imunitas dan segera membersihkan diri setelah kehujanan tetap menjadi langkah pencegahan yang penting. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB