Jakarta, Porosjambimedia.com – Kisah hidup Al Ressa Rizky
Ressa menyimpan kenyataan pahit yang baru ia ketahui setelah beranjak dewasa. Selama bertahun-tahun, ia tumbuh dengan keyakinan bahwa Denada hanyalah kerabat jauh yang ia panggil kakak sepupu. Fakta mengejutkan baru terungkap kemudian: Denada adalah ibu kandungnya.
Ressa mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Denada selama ini berlangsung singkat dan tanpa kedekatan emosional. Ia selalu menyapa penyanyi tersebut dengan panggilan “mbak”, tanpa pernah mengetahui ikatan darah yang sebenarnya.
“Pernah ketemu beberapa kali. Saya panggil Mbak Denada,” ujar Ressa saat ditemui di Banyuwangi, Jumat (9/1/2026).
Sejak bayi, Ressa diasuh oleh adik dari Emilia Contessa. Perempuan yang kini telah berusia lebih dari 60 tahun itu menjadi satu-satunya figur ibu dalam hidupnya. Ressa tumbuh besar dengan memanggil perempuan tersebut sebagai ibu, tanpa pernah mempertanyakan asal-usulnya.
Dalam keterbatasan ekonomi, Ressa menjalani kehidupan sederhana. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan Denada layaknya adik, bahkan pernah mendapat janji untuk melanjutkan pendidikan ke Jakarta. Namun kondisi finansial membuat rencana itu tak pernah terwujud.
Ressa akhirnya berkuliah di sebuah universitas swasta di Banyuwangi, tetapi harus menghentikan pendidikannya pada semester empat karena tak sanggup membayar biaya kuliah.
“Ya kuliah di sini saja karena tidak mampu. Tapi sampai semester empat saya harus berhenti,” tuturnya lirih.
Demi meringankan beban orang tua angkatnya yang telah lanjut usia, Ressa memilih pindah dan tinggal di sebuah gudang di rumah induk Denada di kawasan Jalan Gajahmada, Banyuwangi. Gudang tersebut kemudian ia jadikan kamar sederhana untuk bertahan hidup.
“Sekarang saya tinggal di Gajahmada, di gudang belakang yang dijadikan kamar,” ungkapnya.
Ressa menegaskan, dirinya tidak berniat mencari sorotan publik. Ia hanya berharap persoalan keluarga yang selama ini tertutup rapat dapat diselesaikan secara adil. Yang ia perjuangkan bukan semata kepentingan pribadi, melainkan hak perempuan yang telah membesarkannya sejak bayi dan mengorbankan hidupnya demi Ressa. (Tin)















