Jakarta, Porosjambimedia.com – Penyanyi Denada menjadi sorotan publik setelah digugat oleh seorang pemuda bernama Ressa Rizky yang mengaku sebagai anak kandungnya. Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan penelantaran anak dan diajukan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sejak isu ini mencuat ke publik, Denada memilih untuk tidak memberikan pernyataan apa pun, sikap yang kemudian memicu berbagai spekulasi dan hujatan dari warganet.
Banyak pihak menilai sikap diam Denada sebagai bentuk penghindaran dari persoalan hukum. Namun, melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, alasan di balik keputusan tersebut akhirnya diungkap. Iqbal menjelaskan bahwa kliennya sengaja menahan diri dan memilih tutup mulut demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan, khususnya selama masa mediasi.
Menurut Iqbal, masa mediasi seharusnya menjadi ruang yang tenang bagi kedua belah pihak untuk melakukan introspeksi diri. Denada berharap suasana kondusif dapat membuka peluang komunikasi yang baik sehingga permasalahan bisa diselesaikan secara damai tanpa tekanan publik.
Iqbal menyebut Denada memiliki niat untuk meredam konflik agar tidak semakin melebar. Namun, upaya tersebut dinilai tidak berjalan sesuai harapan. Saat pihak Denada berusaha menahan diri, pihak penggugat justru aktif muncul di berbagai platform, termasuk podcast dan media sosial, untuk menyampaikan versi mereka mengenai permasalahan tersebut.
Hal inilah yang disayangkan oleh pihak Denada. Iqbal menilai pernyataan-pernyataan yang disampaikan penggugat di ruang publik justru memperkeruh suasana dan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta. Akibatnya, proses mediasi yang diharapkan dapat menjadi jalan damai akhirnya menemui jalan buntu dan dinyatakan gagal.
Iqbal menegaskan bahwa masa mediasi seharusnya digunakan untuk mencari titik temu, bukan membuka persoalan ke publik. Oleh karena itu, Denada memilih tidak mengeluarkan pernyataan apa pun selama periode tersebut agar tidak memicu konflik baru atau mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.
Meski menjadi sasaran kritik dan hujatan dari warganet akibat sikap diamnya, pihak Denada memastikan kondisi mental sang penyanyi tetap stabil. Iqbal menegaskan bahwa pekerjaan dan aktivitas Denada tidak terganggu oleh tekanan tersebut. Menurutnya, Denada justru memanfaatkan situasi ini untuk melakukan refleksi diri dan tetap bersikap kooperatif dalam jalur hukum.
Polemik antara Denada dan Ressa Rizky hingga kini masih menjadi perhatian publik. Kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan keluarga, sehingga menarik perhatian luas dari masyarakat. (Tin)















