Air Mata ASN Dharmasraya: Diberhentikan Tanpa Alasan, Anike Maulana Cari Keadilan

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Porosjambimedia.com – Wajah sendu dengan mata yang masih sembab terlihat ketika seorang perempuan datang ke Kantor PWI Sumatera Barat, Kamis (30/10/2025) siang.

Tangannya menggenggam erat sebuah tas coklat berisi selembar surat keputusan yang mengubah seluruh hidupnya. Di sampingnya, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun menatap polos, belum sepenuhnya mengerti mengapa ibunya tampak begitu sedih.

Perempuan itu bernama Anike Maulana, A.Ma., atau akrab disapa Nike. Ia adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kantor Camat Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Namun, sejak 1 Oktober 2025, statusnya sebagai abdi negara resmi berakhir. Ia diberhentikan melalui SK Nomor 800.1.6.2/19/BKPSDM-2025 yang ditandatangani oleh Bupati Dharmasraya, Anisa Suci Rahmadani.

Yang membuat Nike terpukul bukan hanya keputusan itu, tetapi juga ketiadaan alasan yang jelas. “Tidak ada teguran, tidak ada pemeriksaan, bahkan surat pemberitahuan pun tidak pernah saya terima. Saya tidak tahu apa kesalahan saya,” ucapnya dengan suara lirih.

Menurut Nike, selama ini ia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia tak pernah bolos dan selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. “Tapi tiba-tiba saya diberhentikan begitu saja,” ujarnya, menahan tangis.

Ia menduga persoalan ini bermula dari ketegangan antara dirinya dan salah satu pejabat kepegawaian di kantor kecamatan beberapa bulan lalu. Namun, ia tidak berani menuduh. “Sejak saat itu, suasana kerja jadi berbeda. Akun absensi saya diblokir, data kepegawaian saya hilang, bahkan sistem MFA yang wajib untuk ASN pun tidak bisa saya akses,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Alpian Ingatkan ASN Jaga Disiplin dan Integritas

Nike sempat mengira hal itu hanya masalah teknis. Tetapi ketika seluruh akses benar-benar tertutup, ia sadar sesuatu yang serius sedang terjadi. Ia melapor ke atasan, namun tak ada tanggapan — yang datang justru surat pemberhentian.

Lebih menyedihkan lagi, surat tersebut diterbitkan pada 1 Oktober, tetapi baru diterimanya 24 Oktober 2025. Selama tiga minggu, ia masih bekerja tanpa tahu dirinya sudah bukan lagi ASN. “Saya seperti dibuang diam-diam,” katanya pelan.

Sebelumnya, Nike sempat mengirim surat pengaduan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Gubernur Sumatera Barat pada 21 April 2025, melaporkan dugaan diskriminasi yang ia alami. Namun, hingga kini tidak ada satu pun balasan yang ia terima. “Saya menunggu berbulan-bulan tanpa kabar. Dan tiba-tiba, SK pemberhentian itu datang. Saya seolah tidak dianggap ada,” ujarnya dengan nada getir.

Kini, Nike harus berjuang sendirian. Ia seorang janda dengan anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Gaji ASN yang dulu menopang hidup kini tak lagi ada. “Saya bukan siapa-siapa. Tapi dari gaji itu, saya bisa membayar sekolah anak, makan, dan bertahan hidup. Sekarang, saya benar-benar bingung harus mulai dari mana,” katanya sembari menyeka air mata.

Kedatangannya ke Kantor PWI Sumbar bukan untuk mencari belas kasihan, melainkan sebagai upaya terakhir mencari keadilan. “Saya sudah berusaha ke berbagai pihak. Tapi tak ada satu pun yang menanggapi. Saya cuma ingin cerita saya didengar,” tuturnya.

Sambil menatap anaknya, Nike mengingat ucapan polos sang buah hati. “Anak saya tanya, ‘Bu, kenapa ibu nggak kerja lagi?’ Saya cuma jawab, ibu lagi capek. Padahal setiap kali dia bertanya, hati saya hancur,” ujarnya lirih.

Baca Juga :  Ada dugaan beking tambang ilegal dalam kasus Polisi tembak polisi

Seragam ASN yang masih tergantung rapi di lemari kini menjadi saksi bisu pengabdian yang tak dihargai. “Dulu saya bangga sekali pakai seragam itu. Orang tua saya sampai menangis bahagia waktu saya diangkat. Tapi sekarang, saya malah dihapus begitu saja tanpa alasan,” katanya dengan nada getir.

Meski kecewa, Nike masih memegang harapan bahwa kebenaran suatu hari akan terungkap. “Saya tidak minta dikasihani. Saya hanya ingin tahu kesalahan saya. Kalau memang salah, saya siap diperiksa. Tapi jangan begini caranya,” tegasnya.

Rekan-rekan kerjanya mengenal Nike sebagai sosok yang disiplin dan rendah hati. “Kami semua kaget waktu dengar dia diberhentikan. Tidak pernah ada masalah sebelumnya,” ungkap salah satu mantan koleganya yang enggan disebut nama.

Kisah Anike Maulana menjadi potret nyata lemahnya sistem birokrasi di negeri ini — di mana keputusan sepihak bisa menghancurkan kehidupan seseorang tanpa kesempatan untuk membela diri.

“Saya hanya ingin anak saya tetap bangga sama ibunya,” ucap Nike di akhir perbincangan. “Saya akan terus mencari keadilan, apa pun risikonya.” (Hst)

Editor : Hesty

Berita Terkait

Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam
Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Seluruh SMA dan SMK Sumbar
Berjalan Kaki ke Mekkah, Pria Asal Padang Mantapkan Niat Ibadah dengan Tekad dan Doa
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota, Air dari Lubang Raksasa Diyakini Warga Berkhasiat
BNPB Perpanjang Tanggap Darurat Agam, Retakan Hulu Picu Ancaman Longsor
Bencana Ekologis di Danau Maninjau, Ribuan Ton Ikan Keramba Mati Akibat Cuaca Ekstrem
Arus Lalu Lintas Terputus Akibat Luapan Sungai Batang Pasaman di Pasaman Barat
BP3MI Sumbar Kawal Pemulangan PMI Pasaman yang Jadi Korban Kekerasan Parah di Malaysia.
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB