Ada dugaan beking tambang ilegal dalam kasus Polisi tembak polisi

- Redaksi

Jumat, 22 November 2024 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, SUMBAR – Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono mengatakan ada dugaan beking tambang ilegal dalam kasus Polisi tembak polisi di Mapolres Solok Selatan.

Suharyono mengatakan Polres Solok Selatan sedang menangani kasus pencurian galian ilegal C. Penembakan yang terjadi saat polisi hendak melakukan tindakan hukum.

“Sebelum peristiwa terjadi, salah satu anggota Polres sedang melakukan pendekatan hukum terhadap pekerjaan tambang diduga ilegal jenisnya galian C, di Solok Selatan. Saat pelaksanaan, tanpa diduga seorang petugas yang juga sebagai tersangka, oknum anggota kami pada posisi kontra pada penegakan hukum,” kata Suharyono dalam jumpa pers, Jumat (22/11).

Dia mengatakan AKP URA yang menjadi korban penembakan memang terus mendalami dugaan tambang ilegal. Suharyono pun sudah memberi apresiasi beberapa kali secara langsung atas penindakan yang dilakukan URA dan tim.

Suharyono mengaku tak mengira ada anggotanya yang menentang langkah URA dan tim hingga tega menghabisi rekan sesama polisi.

“Ini sesuatu yang tidak kami duga karena awalnya kami sudah mengapresiasi pendekatan hukum ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Pastinya tindakannya tegas. Dalam minggu ini kami mencoba untuk melakukan proses PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat).”

Sebelumnya, ada kejadian polisi menembak polisi di dekat Mapolsek Solok Selatan, Jumat (22/11). Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP URA menjadi korban penembakan.

URA tak terselamatkan dan meninggal dunia. Jenazah URA berada di RS Bhayangkara, Padang dan sedang dipersiapkan untuk diterbangkan pulang ke Makassar.

Baca Juga :  LSM  Brajo Sakti Gelar Aksi lanjutan Depan kantor Kejari Sungai Penuh

Sumber Berita : CNN

Berita Terkait

Lima Terduga Pencuri Kabel Telkom Ditangkap Polres Kerinci, Satu Pelaku Masih Diburu
Penegakan Hukum Kapolres Kerinci Dipertanyakan, Tersangka Penganiayaan dan Penyerangan Belum Ditahan
Akhirnya!! Polres Kerinci Tetapkan Satu Tersangka Berkas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Menunggu Ketegasan Polres Kerinci, Kasus Viral di Kerinci Belum Ada Penetapan Tersangka
Polda Jambi Ungkap Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi, Kerugian Capai Rp144,82 Miliar
Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa dan Kuasa hukumnya Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka
Pembina Yayasan Nurul Qur’an Kerinci Putuskan Pemberhentian Aderman, Pirmanuddin dan Nopantri
Hutang – Piutang Berujung Penganiayaan di Kerinci, Korban Merupakan keluarga Konten Kreator dikerinci.
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB