Bencana Ekologis di Danau Maninjau, Ribuan Ton Ikan Keramba Mati Akibat Cuaca Ekstrem

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Porosjambimedia.com – Musibah besar kembali melanda sektor perikanan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sedikitnya 1.428,73 ton ikan nila yang dibudidayakan di keramba jaring apung dilaporkan mati massal, menyebabkan kerugian ekonomi mencapai Rp 32,86 miliar bagi para pembudidaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang memicu fenomena upwelling, yakni naiknya air dasar danau yang miskin oksigen ke permukaan.

“Fenomena pembalikan air menyebabkan kadar oksigen terlarut di permukaan menurun drastis. Akibatnya ikan mengalami stres, pusing, lalu mati dalam jumlah besar,” ujar Rosva, Minggu (21/12/2025).

Sebaran Kematian Ikan di Lima Nagari

Kematian ikan tersebut terjadi hampir merata di sejumlah wilayah sekitar Danau Maninjau, meliputi Nagari Sungai Batang, Tanjung Sani, Duo Koto, Maninjau, serta Koto Gadang Anam Koto. Ikan yang mati umumnya berukuran siap panen, sehingga menambah besarnya nilai kerugian petani.

Baca Juga :  Suku Mahudun Sati Air Haji - Tapan Gelar Silaturahmi

Dengan harga ikan di tingkat pembudidaya sekitar Rp 25.000 per kilogram, puluhan petani keramba jaring apung terpaksa menelan kerugian besar.

“Ini merupakan kejadian kematian ikan paling parah dalam tiga tahun terakhir,” tambah Rosva.

Dampak Bencana Hidrometeorologi

Menurut pihak dinas, bencana ini berkaitan erat dengan fenomena hidrometeorologi, berupa curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Danau Maninjau dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut memicu ketidakstabilan lapisan air danau vulkanik, sehingga kandungan oksigen di permukaan turun drastis dan tidak mampu menunjang kehidupan ikan di keramba.

Baca Juga :  Arus Lalu Lintas Terputus Akibat Luapan Sungai Batang Pasaman di Pasaman Barat

“Dalam kondisi seperti ini, petani praktis tidak memiliki waktu dan kemampuan untuk menyelamatkan ikan,” jelasnya.

Upaya Pencegahan dan Mitigasi

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam telah mengeluarkan surat imbauan dan edaran, serta melakukan sosialisasi kepada petani terkait upaya pencegahan dan penanggulangan kematian ikan massal.

Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir dampak lingkungan sekaligus mengurangi potensi kerugian ekonomi yang berulang di masa mendatang. (Hst)

Editor : Hesty

Sumber Berita : detik.Com

Berita Terkait

Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam
Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Seluruh SMA dan SMK Sumbar
Berjalan Kaki ke Mekkah, Pria Asal Padang Mantapkan Niat Ibadah dengan Tekad dan Doa
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota, Air dari Lubang Raksasa Diyakini Warga Berkhasiat
BNPB Perpanjang Tanggap Darurat Agam, Retakan Hulu Picu Ancaman Longsor
Arus Lalu Lintas Terputus Akibat Luapan Sungai Batang Pasaman di Pasaman Barat
BP3MI Sumbar Kawal Pemulangan PMI Pasaman yang Jadi Korban Kekerasan Parah di Malaysia.
Air Mata ASN Dharmasraya: Diberhentikan Tanpa Alasan, Anike Maulana Cari Keadilan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB