Presiden Prabowo Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Khofifah

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa timur, Porosjambimedia.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan Tahun 2025 dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Jawa Timur menjadi tulang punggung utama swasembada pangan nasional.

Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian acara Panen Raya Nasional dan Deklarasi Swasembada Pangan yang digelar di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jawa Timur dinilai menunjukkan kinerja paling menonjol sepanjang tahun 2025 dengan capaian produksi padi dan beras tertinggi secara nasional.

Khofifah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil gotong royong seluruh ekosistem pertanian di Jawa Timur, mulai dari petani, kelompok tani, pemerintah daerah, hingga dukungan lintas sektor dari pemerintah pusat.

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis yang diterapkan secara konsisten, seperti modernisasi alat pertanian, distribusi benih unggul, serta optimalisasi sistem irigasi melalui pompanisasi dan perbaikan jaringan pengairan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Berlakukan Pemutihan Tunggakan bagi Peserta Tidak Mampu

Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pada tahun 2025 produksi padi Jawa Timur mencapai lebih dari 12,6 juta ton gabah kering panen, sementara produksi beras menembus angka lebih dari 6 juta ton. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya dan mengukuhkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Selain peningkatan produksi, luas panen padi di Jawa Timur juga mengalami pertumbuhan signifikan, didukung oleh bertambahnya luas tanam dan peningkatan produktivitas lahan. Tren positif ini menjadi indikator kuat keberhasilan kebijakan pangan daerah yang berkelanjutan.

Khofifah menekankan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata diukur dari angka produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan petani. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh pelaku utama sektor pangan.

Penghargaan tersebut, lanjut Khofifah, dipersembahkan kepada para petani Jawa Timur yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Baca Juga :  Penyerahan SK Plt Keraton Solo Diwarnai Aksi Protes Kubu PB XIV Purbaya di Hadapan Menbud

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di Indonesia atas peran aktifnya dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2025. Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada para petani yang dinilainya sebagai fondasi utama kemandirian bangsa.

Presiden optimistis keberhasilan swasembada pangan akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada beras, tetapi turut mencakup komoditas strategis lain seperti jagung dan singkong. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB