JAMBI, Porosjambimedia.com — Kekecewaan mendalam dirasakan sejumlah mahasiswa di kawasan Mendalo Asri, Kabupaten Muaro Jambi, setelah laporan kehilangan sepeda motor mereka tak kunjung membuahkan hasil.
Dari total 20 laporan kasus pencurian motor (curanmor) yang terjadi sepanjang Oktober 2025, belum satu pun berhasil diungkap pihak kepolisian.
Merasa kecewa dengan lambannya penanganan kasus, para mahasiswa pun mengadukan keluhannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jambi — langkah tak biasa yang menggambarkan rasa frustrasi mereka.
“Polisi belum bisa mengungkap satu pun kasus curanmor sejak awal Oktober. Karena itu kami datang ke Damkar, siapa tahu dengan cara ini ada perhatian lebih terhadap laporan kami,” ujar Bram Hutabarat, salah satu korban kehilangan motor, Jumat (31/10/2025).
Puluhan mahasiswa tersebut datang sambil membawa karton bertuliskan sindiran seperti “Percuma Lapor Polisi” dan “Kami Butuh Keadilan, Bukan Janji.” Aksi spontan ini bermula setelah mereka mendatangi Polda Jambi untuk menanyakan perkembangan laporan, namun tak mendapat jawaban memuaskan.
“Ini bentuk kekecewaan kami terhadap kinerja Polsek Jaluko. Sudah 20 motor hilang dalam satu bulan, tapi belum ada satu pun yang ditemukan,” kata Bram dengan nada kecewa.
Kedatangan mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kota Jambi, Mustari, yang menyampaikan bahwa meski lembaganya tidak memiliki kewenangan menangani tindak pidana, pihaknya siap memfasilitasi komunikasi dengan kepolisian.
“Kami memahami keresahan adik-adik mahasiswa. Namun, penanganan kasus kriminal bukan tugas kami. Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar laporan ini mendapat atensi,” ujar Mustari.
Tak lama kemudian, Mustari menghubungi Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Siregar, yang menurunkan personel Samapta untuk mendengarkan keluhan mahasiswa secara langsung. Laporan kemudian diteruskan ke Polres Muaro Jambi, wilayah hukum tempat kasus pencurian terjadi.
Menanggapi hal ini, Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan menyebut pihaknya sudah melakukan langkah pemetaan wilayah rawan pencurian kendaraan bermotor di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).
“Kami telah menginstruksikan bhabinkamtibmas untuk mengimbau masyarakat lebih waspada, serta memasang spanduk peringatan di lokasi-lokasi rawan curanmor,” kata Heri.
Ia menegaskan bahwa Unit Reskrim Polsek Jaluko dan Satreskrim Polres Muaro Jambi sedang bekerja keras mengungkap kasus tersebut.
“Kami tidak tinggal diam. Tim sedang bergerak untuk mencari pelaku dan mengembalikan rasa aman di masyarakat,” tegasnya.
Kawasan Mendalo Asri memang dikenal sebagai wilayah padat kos mahasiswa Universitas Jambi. Kepadatan dan lemahnya sistem keamanan lingkungan kerap dimanfaatkan pelaku curanmor untuk beraksi, terutama saat dini hari.
Pihak kepolisian mengimbau pemilik kendaraan agar selalu mengunci ganda motor, memasang alarm atau GPS pelacak, dan melapor segera jika terjadi kehilangan.
Sementara itu, para mahasiswa berharap pihak berwenang benar-benar menindaklanjuti laporan mereka, agar kasus pencurian yang meresahkan ini segera terungkap. (Hst)
Sumber Berita : detik.Com















