Buktikan Kuliah Daring Bisa Berprestasi, Asri Syakilla Raih Predikat Lulusan Terbaik UT

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, Porosjambimedia.com Sistem kuliah online kerap dianggap kurang efektif dibanding perkuliahan tatap muka. Namun anggapan itu berhasil dipatahkan oleh Asri Syakilla Putri Sugandi, lulusan Universitas Terbuka (UT) yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik jenjang sarjana.

Dari hampir 2.000 lulusan pada Wisuda UT Periode I Tahun 2026, Asri terpilih sebagai satu dari empat lulusan terbaik. Mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi ini menuntaskan pendidikannya dengan IPK 3,67 (cumlaude) meski seluruh proses perkuliahan dijalani secara daring.

Asri mengaku tak pernah membayangkan namanya akan dipanggil sebagai lulusan terbaik. Baginya, capaian ini menjadi kejutan besar sekaligus pembuktian bahwa kuliah online bukan penghalang untuk berprestasi.

Menjalani Kuliah Mandiri Sejak Pandemi 

Asri mulai berkuliah di Universitas Terbuka pada 2021, bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. Sejak awal, ia sudah terbiasa dengan sistem belajar mandiri tanpa pertemuan langsung dengan dosen.

Dalam paket perkuliahan yang diambil, seluruh materi disampaikan melalui modul, video pembelajaran, serta platform e-learning. Tidak adanya penjelasan tatap muka membuatnya harus ekstra telaten membaca dan memahami materi secara mandiri.

Ia mengakui bahasa dalam buku ajar sering kali tidak mudah dipahami, sehingga membutuhkan pengulangan bacaan dan strategi belajar yang konsisten agar materi benar-benar dikuasai.

Baca Juga :  Rekomendasi 10 Prodi Minim Peminat di UPN Veteran Yogyakarta untuk SNBP 2026

Tantangan Akademik dan Penurunan IPK

Perjalanan akademiknya tidak selalu berjalan mulus. Asri sempat mengalami penurunan IPK, terutama ketika harus menghadapi ujian akhir semester dengan materi yang luas dan tanpa kisi-kisi.

Tantangan semakin terasa saat sistem ujian berubah. Dari awalnya ujian daring bersifat open book, UT kemudian kembali menerapkan ujian tatap muka secara offline dengan sistem closed book. Perubahan ini menuntut penyesuaian besar dalam pola belajar.

Namun, dari titik tersebut Asri mulai memperbaiki ritme belajar dan menyusun strategi yang lebih disiplin hingga prestasinya kembali meningkat.

Kuliah Sambil Bekerja

Selain fokus pada kuliah, Asri juga menjalani pekerjaan sebagai staf tata usaha di sebuah pesantren di wilayah Gunung Sindur, Bogor. Ia bersyukur memiliki jam kerja yang relatif fleksibel sehingga tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan dan studi.

Waktu luang di siang hari dimanfaatkannya untuk membaca modul, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan ujian. Konsistensi inilah yang menjadi kunci keberhasilannya menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan.

Membangun Relasi di Kampus Daring

Meski tidak bertemu langsung dengan teman sekelas, Asri aktif membangun jejaring melalui media sosial. Ia bergabung dalam grup Telegram dan WhatsApp mahasiswa UT, serta terlibat dalam organisasi kemahasiswaan seperti Makom UT dan KBM.

Baca Juga :  Lagi! Pelajar 16 Tahun di Sungai Penuh Dikeroyok, Kunci Motor Menancap di Kepala

Melalui aktivitas tersebut, Asri tak hanya memperluas relasi, tetapi juga mendapatkan dukungan akademik dan non-akademik selama masa studi.

Kunci Sukses Kuliah Online Versi Asri

Menurut Asri, kunci utama sukses kuliah full online adalah disiplin membaca dan konsisten mengerjakan latihan soal. Ia selalu memastikan seluruh materi dalam modul dibaca tuntas dan latihan di setiap bab dikerjakan.

Di akhir perkuliahan, Asri juga menyoroti masih adanya stigma negatif terhadap Universitas Terbuka. Padahal, menurutnya, UT menuntut kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi, bahkan tak kalah menantang dibanding kampus tatap muka.

Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan strategi belajar yang tepat, kuliah daring mampu melahirkan lulusan berprestasi. (Ai)

Berita Terkait

SMAN 4 Kerinci Gelar Pekan Karya, Angkat Tradisi Balahak dan Kearifan Lokal
Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Gelar Karya SMAN 4 Kerinci Siap Digelar, Yuk Meriahkan Ajang Kreativitas dan Pelestarian Budaya
KOMPAS Madrasah Kerinci 2026 Resmi Dimulai, Peserta Berebut Tiket Wakili Daerah ke Tingkat Jambi
Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Resmi Dibuka, Ada untuk Jenjang S1 hingga S3
Semangat Kemerdekaan dan Kebersamaan Warnai Gebyar HUT RI ke-81 di SMAN 4 Kerinci
Gebyar HUT RI ke-81 SMAN 4 Kerinci: Menghidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kebersamaan dan Karya Siswa
Dinda Putri Khamisah, Putri Kerinci yang Bawa ITB Wakili Asia Pasifik di Final Global 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB