Prajurit TNI tewas diduga usai dianiaya oleh anggota TNI lainnya

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROSJAMBIMEDIA.COM  – Serma Kristian Namo selaku ayah kandung dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang tewas diduga usai dianiaya oleh anggota TNI lainnya, meminta agar pelaku penganiayaan dihukum mati dan dipecat dari dinas kemiliteran.

Hal tersebut disampaikan Serma Kristian kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/8) siang saat mendampingi jenazah anaknya tiba dari Nagekeo. Kristian juga anggota TNI aktif yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao di Terminal Cargo Bandara El Tari, Kupang.

“Hukuman cuma dua buat [pelaku], hukuman mati dan pecat (bagi para pelaku) tidak ada di bawah itu,” kata Serma Kristian.

Ia mengatakan anaknya Prada Lucky diduga telah menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang anggota TNI di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, NTT.

“Dia (korban) meninggal, akan dapat dia punya balasan bagi manusia yang siksa dia, akan dapat balasan lebih. Saya sumpah, saya juga tentara, saya pertaruhkan nyawa (saya) untuk dia (korban),” ujar Serma Kristian.

Baca Juga :  Sukma Djaya Negara di lantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Selain itu, Kristian juga menuntut keadilan atas nama hak asasi manusia atas peristiwa penganiayaan yang telah menewaskan anaknya.

Jenazah Prada Lucky sudah berada di rumahnya. dikutip dari CNNIndonesia.com, suasana duka menyelimuti saat kedatangan jenazah almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo di terminal cargo Bandara El Tari Kupang.

Ratusan orang baik keluarga dan anggota TNI memadati terminal cargo untuk ikut menjemput jenazah Prada Lucky/

Dari Bandara El Tari, jenazah kemudian dibawa ke ke Rumah Sakit Wirasakti untuk autopsi. Tetapi sesampai di kamar jenazah, autopsi batal karena tidak ada dokter forensik.

Saat itu Serma Kristian kembali melontarkan kalimat bahwa anaknya adalah korban penganiayaan sehingga keadilan harus ditegakkan.

“Intinya dia [korban] penganiayaan dan keadilan harus ditegakkan,” kata Kristian.

Kekesalan Serma Kristian dan keluarga lainnya kembali memuncak setelah mengetahui tak ada petugas medis yang disiapkan untuk melakukan autopsi jenazah anaknya.

Melihat kondisi tersebut, Serma Kristian pun meminta agar jenazah anaknya dibawa ke rumah sakit lain yang bisa melakukan autopsi.

“Masa rumah sakit sebesar ini dan sudah anak saya meninggal, masa dokter forensik sonde (tidak) ada, bubarkan ini rumah sakit,” teriak Serma Kristian di kamar jenazah setelah mengetahui tidak ada dokter forensik di Rumah Sakit Tentara Wirasakti Kupang.

Baca Juga :  Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Menguat Meski Outlook Kredit Moody’s Jadi Negatif

“Keluarkan, keluarkan anak saya sekarang juga dari rumah sakit tentara, bawa ke rumah sakit polisi, ini anak saya, saya yang komando di sini,” teriak Serma Kristian diikuti isak tangis keluarga.

Jenazah lalu kembali dibawa masuk ke mobil jenazah. Tak lama, mobil jenazah mengarah ke ke rumah Sakit Bhayangkara Kupang atas perintah dari Serma Kristian dan keluarga. Namun lagi-lagi di Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah batal diturunkan untuk diautopsi dengan alasan yang tidak diketahui.

Jenazah akhirnya dibawa ke rumah duka di asrama tentara Kuanino untuk disemayamkan.

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Lima Terduga Pencuri Kabel Telkom Ditangkap Polres Kerinci, Satu Pelaku Masih Diburu
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB