LAMPUNG, Porosjambimedia.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat. Setelah operasional penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II ditutup sementara, sebagian masyarakat beralih menggunakan jalur laut melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang yang melakukan penyeberangan menuju Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, total penumpang yang tercatat menyeberang sejak terjadinya aktivitas erupsi mencapai 4.842 orang.
Rinciannya, sebanyak 1.361 penumpang tercatat melakukan perjalanan pada Jumat, kemudian 1.365 penumpang pada Sabtu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan pada Minggu dengan mencapai 2.116 penumpang.
Kenaikan juga terlihat pada volume kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan. Pada Jumat tercatat sebanyak 7.371 kendaraan, kemudian Sabtu sebanyak 6.736 kendaraan, dan kembali meningkat pada Minggu menjadi 7.751 kendaraan.
ASDP Pastikan Layanan Tetap Berjalan
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan pelayanan penyeberangan tetap diupayakan berjalan secara optimal di tengah kondisi pascaaktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, keselamatan penumpang maupun pelayaran menjadi perhatian utama dalam setiap keputusan operasional.
Partogi mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan regulator dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah tersebut dilakukan agar operasional penyeberangan dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan.
“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi pasca aktivitas GAK, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan,” ujar Partogi, Senin (7/9/2026).
Penumpang Diminta Pantau Informasi Resmi
Menghadapi peningkatan aktivitas perjalanan, masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan melalui Bakauheni diminta mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Partogi juga mengingatkan calon penumpang agar selalu memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat.
Selain memastikan tiket telah tersedia, pengguna jasa diminta mematuhi seluruh aturan dan arahan petugas selama berada di kawasan pelabuhan maupun ketika berada di atas kapal.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan. Pastikan tiket dan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, pantau informasi resmi sebelum berangkat, dan ikuti seluruh ketentuan serta arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun kapal,” katanya.
Dengan meningkatnya aktivitas penyeberangan, koordinasi antara operator, regulator dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Pelabuhan Bakauheni sendiri menjadi salah satu jalur penting penghubung Pulau Sumatera dan Jawa, sehingga kondisi operasionalnya menjadi perhatian di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (Hst)















