Jakarta,Porosjambimedia.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan langkah besar dalam pembaruan data pertanahan nasional dengan menargetkan revisi jutaan sertifikat tanah lama pada tahun 2026. Sertifikat yang akan diperbarui merupakan dokumen terbitan periode 1961 hingga 1997 yang masih menggunakan peta pertanahan lama.
Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya, menjelaskan bahwa pembaruan ini difokuskan pada peningkatan kualitas data spasial dan peta bidang tanah hasil survei terdahulu. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi tumpang tindih kepemilikan lahan serta memperkuat kepastian hukum.
Menurutnya, ATR/BPN menargetkan penyelesaian pembaruan sekitar enam juta bidang tanah dalam kategori peta lama atau KW456. Proses ini mulai dilakukan dengan melibatkan sumber daya dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) serta dukungan pelaksanaan di sejumlah wilayah.
Upaya pembaruan data ini menjadi prioritas utama ATR/BPN guna memastikan seluruh informasi pertanahan terpetakan secara valid, presisi, dan terverifikasi. Data yang akurat dinilai sebagai fondasi penting dalam pengelolaan pertanahan serta perencanaan tata ruang nasional.
Selain itu, ATR/BPN juga berupaya meningkatkan ketepatan data produk lama agar memiliki tingkat akurasi yang sesuai standar terkini. Pemerintah menargetkan sebagian besar lahan nasional dapat memiliki peta pertanahan yang benar-benar akurat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Dirjen SPPR menekankan penerapan sistem pengukuran baru berbasis Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat pelayanan. Setelah sukses diterapkan sebagai proyek percontohan di beberapa kantor pertanahan, kebijakan ini kini mulai diperluas ke lebih banyak daerah.
Melalui kebijakan tersebut, proses pengukuran tanah diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tanpa menimbulkan penumpukan berkas atau keterlambatan layanan. ATR/BPN menargetkan ratusan kantor pertanahan besar dapat menerapkan sistem ini secara optimal. (Khy)















