Kenali 7 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia, Jangan Sampai Salah Pilih!

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Pemahaman mengenai jenis-jenis sertifikat tanah di Indonesia sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin membeli atau memiliki properti. Setiap sertifikat memiliki kekuatan hukum, fungsi, serta jangka waktu yang berbeda.

Mengacu pada informasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), terdapat tujuh jenis sertifikat tanah yang umum digunakan di Indonesia. Perbedaan masing-masing sertifikat akan menentukan hak kepemilikan, peruntukan, hingga masa berlaku atas tanah tersebut.

Pengaturan mengenai hak atas tanah di Indonesia sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Melalui sistem pendaftaran tanah, setiap bidang yang telah terdaftar akan memiliki sertifikat resmi sebagai bukti kepemilikan yang sah dan berkekuatan hukum.

Berikut penjelasan lengkap tujuh jenis sertifikat tanah yang perlu diketahui:

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik merupakan jenis hak atas tanah yang paling kuat dan penuh. Kepemilikan ini hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia serta bersifat turun-temurun tanpa batas waktu, selama tanah digunakan sesuai fungsinya. SHM umumnya digunakan untuk kepemilikan rumah tinggal atau lahan pribadi.

Baca Juga :  Purbaya Ungkap Proyek Fiktif di Sumatera Selatan, Dorong Pemda Perbaiki Tata Kelola Keuangan

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

SHGB memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Hak ini berlaku maksimal 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun. SHGB banyak digunakan dalam pembangunan perumahan, apartemen, maupun kawasan komersial.

3. Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

SHGU diperuntukkan bagi kegiatan usaha berskala besar seperti perkebunan, pertanian, atau peternakan. Hak ini berlaku hingga 35 tahun dan dapat diperpanjang selama 25 tahun. Biasanya, sertifikat ini dimiliki oleh perusahaan atau badan hukum.

4. Sertifikat Hak Pakai

Hak Pakai memberikan kewenangan untuk menggunakan atau mengambil manfaat dari suatu tanah. Hak ini dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia, badan hukum, instansi pemerintah, bahkan orang asing dalam kondisi tertentu. Masa berlaku umumnya 25 tahun dan bisa diperpanjang hingga 20 tahun, tergantung kebijakan.

5. Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL)

HPL merupakan hak penguasaan tanah oleh negara yang diberikan kepada instansi pemerintah atau badan tertentu untuk dikelola. Tanah dengan status ini biasanya digunakan untuk pengembangan kawasan seperti industri, pelabuhan, atau wilayah kota. Pemegang HPL dapat bekerja sama dengan pihak lain melalui hak turunan.

Baca Juga :  HPN 2026: Menkomdigi Tekankan Sinergi Pers dan Platform Digital Hadapi Tantangan AI dan Disinformasi

6. Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS)

Jenis sertifikat ini digunakan untuk kepemilikan hunian vertikal seperti apartemen atau rumah susun. SHMSRS mencakup kepemilikan unit hunian sekaligus bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang digunakan secara kolektif oleh penghuni.

7. Sertifikat Tanah Wakaf

Sertifikat ini digunakan untuk tanah yang telah diwakafkan untuk kepentingan sosial atau keagamaan. Tanah wakaf tidak dapat diperjualbelikan karena peruntukannya bersifat tetap, seperti untuk pembangunan masjid, sekolah, atau fasilitas sosial lainnya.

Dengan memahami berbagai jenis sertifikat tanah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam menentukan status kepemilikan lahan serta menghindari potensi sengketa di kemudian hari. (Sfw)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB