Jakarta, Porosjambimedia.com – Bank Indonesia (BI) terus memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia ke tingkat internasional. Setelah terkoneksi dengan sejumlah negara Asia, layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini tengah dipersiapkan untuk menjangkau beberapa negara lainnya, termasuk Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi.
Rencana tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Jumat (5/9/2026).
Filianingsih menjelaskan, QRIS telah mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali diperkenalkan sekitar tujuh tahun lalu. Kehadiran sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut bahkan dinilai menjadi salah satu inovasi penting dalam menjaga aktivitas transaksi masyarakat ketika pandemi Covid-19.
Menurutnya, QRIS memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran secara praktis tanpa harus melakukan kontak langsung. Perkembangan tersebut kemudian mendorong BI untuk membawa konektivitas pembayaran QR Indonesia ke berbagai negara.
Sudah Terhubung dengan Enam Negara
Saat ini, fasilitas pembayaran QR lintas negara atau cross-border QR payment telah terkoneksi dengan enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Dengan konektivitas tersebut, masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara-negara tersebut dapat melakukan transaksi menggunakan QRIS melalui ponsel, selama saldo dan layanan pembayaran yang digunakan mendukung transaksi lintas negara.
Filianingsih mengatakan perluasan konektivitas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat karena wisatawan tidak selalu harus menukarkan uang tunai ketika berada di luar negeri.
“Kalau pergi ke enam negara itu tidak perlu ke money changer. Cukup menggunakan handphone selama saldonya tersedia,” ujarnya.
Bidik Hong Kong, India dan Arab Saudi
BI kini kembali membuka peluang perluasan jaringan QRIS ke sejumlah negara baru. Pembahasan dan persiapan konektivitas pembayaran tengah dilakukan bersama Hong Kong, Timor Leste, dan India.
Arab Saudi juga menjadi salah satu negara yang diharapkan dapat segera terhubung dalam skema pembayaran lintas negara tersebut.
Perluasan ke Arab Saudi dinilai berpotensi memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah haji maupun umrah
“Sedang dilakukan persiapan dan diskusi intensif dengan Hong Kong, Timor Leste, dan India. Mudah-mudahan segera dapat dilakukan juga dengan Arab Saudi,” kata Filianingsih.
Jika terealisasi, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi berpotensi memperoleh alternatif pembayaran digital yang lebih praktis tanpa harus terlalu bergantung pada penukaran uang tunai.
Pengguna QRIS Terus Bertambah
Di dalam negeri, penggunaan QRIS juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar. Hingga Juli 2026, volume transaksi QRIS telah mencapai sekitar 15 miliar transaksi.
Sementara itu, jumlah merchant yang telah menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 45 juta merchant, dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 67 juta orang.
Ekosistem tersebut didukung oleh 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat perusahaan switching.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi QRIS sebagai salah satu instrumen pembayaran nasional.
Dengan terus diperluasnya konektivitas antarnegara, BI berharap transaksi lintas batas dapat menjadi semakin mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara. (Hst)















