London, Porosjambimedia.com – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan gedung Kedutaan Besar China yang baru di London semakin menguat. Ratusan warga menggelar demonstrasi pada akhir pekan, menilai proyek tersebut berpotensi menjadi sarana aktivitas mata-mata Beijing di Inggris.
Aksi protes berlangsung di pusat kota London dengan pengamanan ketat. Para peserta aksi membawa berbagai poster bernada kecaman, seperti “Tolak Kedubes Mega China” dan “Bebaskan Hong Kong”. Sebagian demonstran menutup wajah mereka dengan masker dan syal demi menghindari identifikasi.
Rencana pemindahan kantor Kedubes China sebenarnya telah bergulir selama beberapa tahun. Beijing ingin memindahkan kantornya dari kawasan Marylebone ke area bersejarah dekat Menara London, bekas lokasi Royal Mint. Namun lokasi baru itu memicu kekhawatiran karena berada dekat infrastruktur komunikasi bawah tanah yang dinilai sensitif.
Kelompok pemerhati hak asasi manusia, Hong Kong Watch, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang rencana tersebut. Direktur organisasi itu, Benedict Rogers, menyebut sangat mungkin bangunan baru nanti dimanfaatkan untuk kegiatan spionase dan pengawasan terhadap komunitas diaspora.
Menurutnya, pemerintah China selama ini kerap melakukan tekanan lintas negara terhadap para kritikus dan warga Hong Kong yang menetap di luar negeri. “Kami melihat pola intimidasi yang sistematis, dan gedung baru ini bisa menjadi alat untuk memperluas kontrol tersebut,” ujarnya.
Seorang demonstran asal Hong Kong bernama Brandon mengaku ikut turun ke jalan karena merasa terancam. Pria 23 tahun yang kini bekerja di sektor perbankan itu khawatir kedutaan baru akan difungsikan sebagai pusat operasi intelijen Beijing.
“Banyak dari kami pindah ke Inggris demi mencari kebebasan. Jika gedung itu berdiri, rasa aman kami bisa hilang,” katanya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga Hong Kong lain yang kini menetap di Manchester. Ia menilai fasilitas tersebut bukan hanya berisiko bagi Inggris, tetapi juga dapat menjadi pusat pemantauan untuk seluruh Eropa.
Isu ini semakin panas setelah media Daily Telegraph melaporkan bocoran rancangan bangunan kedutaan. Dalam dokumen tersebut disebutkan adanya ratusan ruangan tertutup, termasuk beberapa ruang rahasia yang lokasinya berdekatan dengan jalur kabel komunikasi bawah tanah.
Sejumlah anggota parlemen Inggris pun mendesak pemerintah meninjau ulang izin pembangunan demi alasan keamanan nasional. Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch bahkan turut hadir sebagai orator dalam aksi tersebut.
Keputusan akhir mengenai proyek kontroversial ini diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah Inggris berada di bawah tekanan antara menjaga hubungan diplomatik dengan China dan melindungi keamanan dalam negeri. (Dta)















