Mexico City, Porosjambimedia.com– Aparat gabungan militer dan kepolisian Meksiko berhasil menangkap Alejandro Rosales Castillo, buronan yang masuk daftar 10 orang paling dicari oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Penangkapan ini mengakhiri pelarian panjang pelaku yang telah berlangsung sejak tahun 2016.
Castillo, warga negara Amerika Serikat berusia 27 tahun, dituduh melakukan pembunuhan terhadap Truc Quan “Sandy” Ly Le, seorang perempuan muda yang merupakan rekan kerjanya di sebuah restoran di Charlotte, North Carolina. Ia ditangkap pada Jumat (16/1/2026) di kota Pachuca, sekitar 80 kilometer dari ibu kota Meksiko, Mexico City.
Menurut Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch, Castillo telah menjadi target perburuan internasional dan tercatat dalam red notice Interpol. Ia menghadapi sejumlah dakwaan berat, termasuk pembunuhan tingkat pertama, perampokan bersenjata, penculikan, serta pencurian kendaraan.
Setelah ditangkap, Castillo langsung diserahkan kepada jaksa penuntut untuk memulai proses hukum dan mekanisme ekstradisi ke Amerika Serikat. FBI sebelumnya menawarkan hadiah hingga USD 250.000 bagi siapa pun yang memberikan informasi akurat terkait keberadaan pelaku.
Pihak FBI mengapresiasi kerja sama lintas negara yang akhirnya membuahkan hasil. “Petugas telah bekerja tanpa henti selama bertahun-tahun untuk melacak jejak Castillo. Penangkapannya menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan tidak akan bisa bersembunyi selamanya,” demikian pernyataan resmi FBI.
Berdasarkan laporan media AS, korban terakhir terlihat setelah setuju bertemu Castillo di sebuah pom bensin di Charlotte. Penyelidik meyakini pelaku memaksa korban menarik uang tabungan melalui ATM sebelum membawanya ke area terpencil dan menembaknya.
Kasus ini sempat menjadi perhatian luas publik Amerika karena kekejaman dan cara pelaku menghilangkan jejak. Dengan tertangkapnya Castillo, keluarga korban berharap proses hukum dapat segera memberikan keadilan. (Dta)















